Hal ini untuk mewujudkan program nawacita Presiden Jokowi yang akan memprogramkan pembangunan 1.000 pasar per tahun. Pasar tradisional mencirikan kekhasan daerah. Selain itu, pasar rakyat bisa menjadi ruang bagi perajin daerah untuk memamerkan dan menjual kreasi khas daerahnya.
“Pembangunan pasar induk rakyat harus segera dimulai. Kami menganggarkan separuh anggaran kami, sekitar Rp 1,7 triliun untuk pembangunan pasar tradisional secara nasional. Di samping stabilisasi pangan, pembangunan pasar tradisional ini menjadi prioritas kami,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong kepada detikFinance, di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tom menambahkan, Kemendag akan mencari solusi kreatif untuk menjalankan program pembangunan pasar rakyat. Salah satunya dengan membuat pasar percontohan di tiap daerah.
“Banyuwangi bisa jadi contoh. Dia bikin pasar pariwisata tradisional terpadu. Saya ke Banyuwangi juga dalam rangka belajar membuat ide-ide kreatif serta pengimplementasiannya,” puji Tom.
Selama empat tahun terakhir ini Banyuwangi telah memproteksi pasar rakyat agar tidak tergerus dengan pasar modern. Caranya dengan merevitalisasi sejumlah pasar tradisional agar lebih bersih dan tertata. Selain juga mengeluarkan kebijakan pembatasan pasar modern atau ritel di Banyuwangi. Tom Lembong sempat blusukan ke pasar tradisional di Banyuwangi, kemarin.
(hen/hen)











































