Sudah sampai mana perkembangan mega proyek strategis Singapura-Malaysia tersebut?
Malaysia's Land Public Transport Commission (SPAD) dan Singapore's Land Transport Authority (LTA) pada Rabu, (7/10/2015) bersama-sama mengumumkan kegiatan pra tender melalui Request for Information (RFI) untuk rute proyek kereta cepat Singapura-Kuala Lumpur. Tahap tersebut merupakan fase sebelum memasuki pembukaan pegumpulan proposal tender proyek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini proyek tersebut tengah memasuki masa RFI, yaitu perusahaan maupun konsorsium yang berminat dengan proyek kereta cepat mengumpulkan informasi mereka ke pemerintah. Bagi pemerintah, tahap ini berguna untuk mengukur minat pasar dan mengumpulkan pendapat industri terkait aspek komersial dan teknis proyek kereta cepat ini.
Menteri Bidang Perencanaan Ekonomi Malaysia Dato' Sri Abdul Wahid Omar dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengatakan tahap ini menandai tonggak utama dalam perjalanan persiapan pembangunan proyek kereta cepat.
"Hal ini penting bagi kami untuk mendapat informasi secara tepat dari sisi industri. Kami ingin menggunakan kajian (market sensing exercise) ini untuk mengukur ketertarikan pasar dalam proyek dan mendapat model dan pendekatan yang berbeda. Timbal baliknya sangat penting dalam membantu kami memperbaiki dan memvalidasi pilihan kita. Pada gilirannya akan membantu memastikan suksesnya kelanjutan proses tender," jelas pengumuman resmi kedua negara dikutip dari Land Transport Authority (LTA) Singapura, Minggu (11/10/2015).
Melalui RFI diharapkan akan mendapat kesimpulan pada akhir tahun soal proyek kereta cepat. Pihak yang berkepentingan akan mendaftar melalui situs SPAD Malaysia maupun LTA Singapura.
Batas akhir RFI ini sampai 18 November 2015. Tahap RFI dalam tender berguna bagi pihak yang berminat mengikuti tender proyek untuk mengumpulkan informasi agar dapat menentukan langkah berikutnya sebelum bersaing dalam penawaran tender.
Tahap sosialisasi ini, bagi pemerintah berguna untuk melihat minat pasar khususnya industri terkait. Pihak yang tertarik akan proyek kereta cepat ini meliputi desain kereta, pembiayaan, konstruksi, hingga operasi dan perawatan bisa mendaftar untuk mengikuti RFI.
Proyek kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada 2013.
Kereta cepat ini punya arti strategis dalam hubungan bilateral kedua negara untuk meningkatkan konektivitas antara Malaysia dan Singapura. Stasiun Kuala Lumpur hingga East Jurong akan terhubung dengan kereta cepat sehingga akan memangkas waktu perjalanan antar kedua kota hanya 90 menit saja.
(hen/hen)










































