Dibutuhkan Sopir Truk, Gaji Rp 85 Juta/Bulan

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 12 Okt 2015 07:40 WIB
Foto: CNN
Jakarta - Amerika Serikat (AS) membutuhkan banyak sopir truk. Diperkirakan akan ada kekurangan 50.000 sopir truk di negeri Paman Sam akhir tahun ini berdasarkan data terbaru American Trucking Associations (ATA).

Dua tahun lalu, AS juga kekurangan 30.000 sopir truk dan sempat kekurangan 20.000 sopir truk satu dekade lalu. Bisnis dan industri di AS sangat membutuhkan truk untuk pengiriman produk-produknya.

Nah, kekurangan sopir truk ini akan mempengaruhi banyak pengiriman makanan dan bensin ke supermarket dan SPBU hingga ke gudang Amazon sampai ke rumah-rumah. Maka dari itu penting sekali adanya jumlah sopir truk yang memadai.

Menurut Kepala Ekonomi ATA, Bob Costello, berkat kebutuhan itulah upah para sopir truk ini naik cukup tinggi, sekitar 8-12% tiap tahun seperti dikutip CNN, Senin 12/10/2015). Kenaikan lebih besar dari upah pekerjaan lain di AS, apalagi yang harus dipangkas gara-gara ekonomi lesu.

Gaji yang biasa diterima oleh perusahaan swasta di AS, misalnya Walmart, sebesar US$ 73.000 (Rp 1,02 miliar) atau sekitar Rp 85 juta sebulan berdasarkan data ATA.

Angka ini lebih tinggi dari besaran rata-rata gaji sopir truk yang dirilis Kementerian Tenaga Kerja sebesar US$ 40.000 (Rp 560 juta) per tahun.

Tapi jadi sopir truk di AS bukanlah pekerjaan mudah. Saat ini ada 1,6 juta sopir truk di AS. Sekitar 750.000 sopir truk lepas, artinya bekerja untuk perusahaan yang disewa oleh perusahaan lain untuk mengirim produknya.

Mereka ini kadang harus bekerja selama 10 hari penuh di jalanan sebelum bisa pulang ke rumah. Gaji yang besar tapi jarang bisa bertemu dengan keluarga.

Pekerjaan seperti ini yang dihindari oleh orang AS. Biasanya warga AS memilih untuk pekerjaan kantoran dengan jam kerja yang tetap. Maka dari itu banyak anak muda AS yang menolak untuk jadi sopir truk.

(ang/ang)