Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Harry Azhar Azis, bersama jajarannya menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Agendanya, membahas Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I-2015.
Harry bersama dengan lima Anggota BPK lainnya tiba di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015) pukul 09.30 WIB.
Mereka langsung menemui Presiden Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari angka tersebut ada 117 objek pemerintahan pusat, 518 pemerintahan daerah dan BUMD, serta 31 objek BUMN dan badan lainnya. Berdasarkan jenis pemeriksaannya terdiri atas 607 objek pemeriksaan keuangan, 5 pemeriksaan, kinerja dan 54 pemeriksaan dengan tujuan tertentu.
Dari 666 objek pemeriksaan tersebut, BPK menemukan 10.154 temuan yang memuat 15.434 permasalahan. Sebanyak 7.890 masalah ketidakpatuhan terhadap peraturan perundangan senilai Rp 33,46 triliun, dan 7.544 masalah kelemahan sistem pengendalian intern (SPI).
Dari masalah kelemahan SPI ini, terdapat 4.609 masalah berdampak pada pemulihan keuangan negara/daerah/perusahaan senilai Rp 21,62 triliun.
(bpn/dnl)











































