Pembangunan terowongan sudah menembus 600 meter dari yang direncanakan 1,2 Km dari sisi Sungai Ciliwung (inlet) di Bidara China hingga sisi outlet di Kanal Banjir Timur (KBT) yang mencakup 2 jalur (line).
"Saat ini pekerjaan 2 line terowongan sudah menembus 600 meter dari outlet (di sisi KBT) sampai terowongan. Kurang lebih 8 bulan pekerjaan. Satu line 4 bulan. Jadi 2 line 8 bulan," ujar Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di tengah blusukannya di Jalan Otista III, Jakarta, Senin (12/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu line ke-1 sudah lebih dulu tembus ke arriving shaft di Jalan Otista III, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jaktim pada bulan Juni 2015 lalu. Arriving shaft merupakan titik tengah yang merupakan pertemuan sisi inlet dan outlet sodetan bawah tanah ini.
Pembuatan sodetan ini, terbuat dari pipa besar yang masing-masing berdiameter dalam 3,5 meter dan diameter luar 4,05 meter.
Secara keseluruhan kegiatan percepatan pembangunan pengendalian banjir atau sodetan ini akan rampung pada Desember 2016 dan rencananya mulai dioperasikan pada 2017.
Dengan demikian pekerjaan yang dibiayai APBN sebesar Rp 492 Miliar ini dapat mengalirkan sebagian volume air Sungai Ciliwung sebanyak 60 meterkubik per detik ke aliran KBT.
(dna/hen)











































