Sempat Memanas, Raker Komisi VI dan Mendag Akhirnya Selesai
Selasa, 01 Mar 2005 14:34 WIB
Jakarta -
Raker antara Komisi VI DPR RI dan Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu yang sebelumnya terancam batal, akhirnya dapat dilanjutkan. Raker akhirnya ditutup dengan sejumlah kesimpulan-kesimpulan.Mari bersama jajarannya sempat terdiam dan tersenyum ketika rapat kerja itu berlangsung "panas". Ada sebagian anggota dewan yang meminta agar raker yang digelar di gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (1/3/2005) itu ditunda. Namun ada sebagian anggota Komisi VI yang meminta dilanjutkan. Sejumlah anggota Komisi VI yang meminta raker dibatalkan sebagai bentuk protes terhadap keputusan sepihak pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Mereka meminta agar Mendag memberikan penjelasan alasan pemerintah menaikkan harga BBM.Setelah sempat memanas selama beberapa waktu akhirnya rapat berjalan kembali. Mari pun memberikan penjelasan mengenai alasan pemerintah menaikkan harga BBM.Dalam penjelasannya Mari menyatakan, kenaikan harga BBM bukan hanya sekedar untuk meringankan beban defisit negara tapi juga untuk pemerataan penyaluran susidi. Kementerian Perdagangan mengakui akan ada dampak kenaikan BBM, khususnya di bidang perdagangan untuk pihaknya akan terus melakukan pemantauan pasar setiap hari.Raker yang dilakukan hari ini adalah raker lanjutan dari raker yang telah digelar kemarin. Raker membahas masalah penyelundupan.Sejumlah kesimpulan ditarik dalam Raker tersebut. Beberapa kesimpulan itu antara lain, masalah penyelundupan harus diprioritaskan. Pemerintah didesak untuk segera menyelesaikan retstrukrisasi organisasi Depdag dan mengisi mengisi pejabat eseleon 1 yang masih kosong.Komisi VI dan Depdag juga sepakat menyelesaikan draft RUU Perdagangan dan RUU Free Trade Zone di Batam. Komisi VI juga mendesak pemerintah mengeluarkan Perpu anti penyelundupan karena banyaknya kelemahan dalam UU Nomor 10 Tahun 1995 untuk mengatasi penyelundupan. Komisi VI juga mendukung pemerintah dalam menekan high cost economic lewat langkah dan indikator yang jelas. Dalam kesempatan itu, Mari juga mengungkapkan, pihaknya akan menggelar operasi pasar di Cipinang, pada Kamis (3/3/2005). Mari juga mengajak Komisi VI untuk ikut dalam operasi pasar tersebut.
(mar/)










































