Investor Menanti Pengumuman BI Rate

Rekomendasi Saham

Investor Menanti Pengumuman BI Rate

Angga Aliya - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 08:45 WIB
Investor Menanti Pengumuman BI Rate
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari lalu balik lagi ke level 4.400 gara-gara tekanan jual investor asing. IHSG jatuh hingga lebih dari 3% di perdagangan terakhir sebelum Tahun Baru Islam.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (13/10/2015), IHSG ditutup anjlok 147,631 poin (3,19%) ke level 4.483,076. Sementara Indeks LQ45 ditutup menukik 33,756 poin (4,24%) ke level 763,117.

Semalam Wall Street ditutup negatif setelah mendapat laporan kinerja emiten yang meleset dari prediksi. Wal-Mart memangkas target pendapatan, sementara kinerja JPMorgan Chase & Co tak capai target.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 157,14 poin (0,92%) ke level 16.924,75, Indeks S&P 500 kehilangan 9,45 poin (0,47%) ke level 1.994,24 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 13,76 poin (0,29%) ke level 4.782,85.

Hari ini IHSG diperkirakan berpotensi terkena koreksi setelah naik cukup tinggi sejak awal pekan. Investor menanti pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia siang nanti.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 150,20 poin (0,84%) ke level 18.041,20.
  • Indeks Straits Times bertambah 25,70 poin (0,86%) ke level 3.009,62.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun signifikan sebesar -147 poin (-3,19%) ke 4.483.

Koreksi yang terjadi pada IHSG merupakan β€œthrow back” adalah lanjutan pergerakan dari pola reversal β€œDouble Bottom”. Koreksi ini masih tergolong sehat dan wajar selama masih berada ditutup diatas garis support di area 4.343 – 4.400. Koreksi ini dapat dijadikan entry poin atau buy on weakness khususnya bagi para traders jangka pendek dan para investor yang sempat terlambat atau belum mempunyai posisi.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.343 – 4.538.

Indeks bursa global seperti AS, Eropa , Asia secara umum rata-rata ditutup terkoreksi.
Emas ditutup di US$ 1.183,90 per troy ounce atau 1,38% di atas SMA 200 D setelah hampir kurang lebih lima bulan berada di bawah SMA 200 D. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 46,29 per barel atau -0,60%.

OSO Securities
Setelah gencar melakukan aksi beli lebih dari sepekan, kini investor asing lebih memilih melakukan aksi ambil untung dimana asing mencatatkan net sell sebesar Rp 345,61 miliar. Aksi ambil untung ini juga diikuti dengan menguatnya dollar terhadap rupiah pada perdagangan selasa kemarin yang kemudian memberikan dampak negative terhadap pergerakan IHSG.

IHSG ditutup terperosok cukup dalam ke level 4,483.08 di mana pelemahan yang terjadi sebesar 3.19% atau 147.63 poin. Aksi profit taking ini dinilai sangat wajar pasca sudah naik cukup tinggi dan secara teknikal pun IHSG sudah masuk di area jenuh beli.

Selain itu, indeks sektoral pun hampir seluruhnya memerah, menambah sentiment negative pada perdagangan selasa kemarin. Pelemahan terdalam dialami oleh sektor misc industry yakni sebesar 7.24%. Hanya sektor agri yang mengalami kenaikan sebesar 0.07%.

Rilisnya data inflasi China bulan September yang mengalami penurunan dari 0.5% menjadi 0.1%, menghidupkan kembali kekhawatiran pelaku pasar terkait kondisi perekonomian dunia yang melemah. Hal ini mendorong indeks Nikkei jatuh 1.11% ke level 18,234.74, di mana China merupakan pasar utama bagi produsen Jepang. Memburuknya data consumer confidence Jepang juga menambah sentiment negative terhadap indeks Nikkei. Sementara itu, indeks ST-Times melemah paling dalam yakni sebesar 1.56%. Namun, berbanding terbalik dengan indeks Shanghai yang mengalami kenaikan didorong data Trade Balance yang positif.

Sementara itu, indeks utama di bursa Wall Street juga mengalami pelemahan, di mana indeks Dow Jones turun 0.92%, indeks S&P 500 turun 0.47% dan indeks Nasdaq turun 0.29%. Kenaikan data retail sales bulan September dari 0.0% menjadi 0.1% tidak mampu mengangkat bursa Wall Street ke teritori positif.

Bursa Eropa juga mencatatkan hal yang sama dngan bursa Wall Street. Seluruh indeks berada di zona negative didorong oleh buruknya data industrial production bulan Agustus menjadi -0.5% dari sebelumnya 0.8%. Indeks FTRSE 100 melemah 1.15%, CAC 40 turun 0.74% dan DAX terjun sebesar 1.17%.

Kami perkirakan IHSG masih akan terkoreksi. Rilisnya data BI Rate serta neraca perdagangan Indonesia akan menjadi katalis penggerak IHSG hari ini. Secara teknikal, indicator Momentum dan RSI bergerak melemah. Selain itu, indicator Stochastic Oscillator juga bergerak melemah. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 4430-4530.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads