"Perhiasan dan permata, ekspor naik hampir 30%, 29,5% tepatnya di September dibandingkan Agustus. Bahkan akumulasi perhiasan dan permata naik 32,6%," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, saat jumpa pers di kantornya, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (15/102015).
"Di sisi lain, impor perhiasan terjadi penurunan 91,72%. Eskpor meningkat cukup tajam US$ 560 juta, artinya mudah-mudahan (ekspor) seperti batu akik meningkat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, industri pangan, ya itu biskuit dan segala macam. Yang kedua permata, perhiasan ya batu akik termasuk, kita lumayan masih punya batu akik, tapi kan enggak mungkin jadi besar juga jumlahnya," ujar Darmin di kantornya.
Sementara yang ketiga, kata Darmin, alat transportasi yaitu sepeda motor. Sedangkan yang keempat adalah ekspor alas kaki.
(ang/dnl)











































