Pertemuan tersebut intinya membahas kondisi perekonomian dunia terkini dan tantangan-tantangan yang dihadapi. Negara-negara anggota G20, kata Bambang, mewaspadai gejolak perekonomian di China.
"Intinya kondisi ekonomi dunia yang dianggap berisiko terbesar adalah gejolak ekonomi China, terkait dengan mata uang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujar Bambang, usai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, Kamis (15/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, isu yang menjadi perhatian negara-negara maju adalah kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Bagi Indonesia, sambungnya, yang terpenting adalah kepastian terkait kebijakan suku bunga The Fed. Sebab, spekulasi terkait suku bunga The Fed membuat nilai tukar rupiah tidak stabil.
"Sedangkan untuk negara maju, konsen mengenai kenaikan suku bunga Amerika Serikat masih mengemuka, sebagian menginginkan kepastian dan sebagian menginginkan ditunda dulu. Tapi buat kita sebenarnya kepastian lebih penting karena itu yang bisa meeredam gejolak rupiah," tutupnya.
(dnl/dnl)











































