Oleh-oleh Menkeu Bambang dari Pertemuan IMF-G20 di Peru

Oleh-oleh Menkeu Bambang dari Pertemuan IMF-G20 di Peru

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 14:55 WIB
Oleh-oleh Menkeu Bambang dari Pertemuan IMF-G20 di Peru
Foto: Menkeu Bambang Brodjonegoro (Rengga-detikFinance)
Jakarta - Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, baru saja menghadiri pertemuan tahunan IMF dan G20 di Lima, Peru, 6 Oktober 2015 lalu. Dia menuturkan, 'oleh-oleh' alias sejumlah isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan tersebut intinya membahas kondisi perekonomian dunia terkini dan tantangan-tantangan yang dihadapi. Negara-negara anggota G20, kata Bambang, mewaspadai gejolak perekonomian di China.

"Intinya kondisi ekonomi dunia yang dianggap berisiko terbesar adalah gejolak ekonomi China, terkait dengan mata uang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujar Bambang, usai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, Kamis (15/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain China, beberapa negara lain yang juga diwaspadai bakal mengalami gejolak perekonomian adalah Brasil dan Turki.β€Ž "Kemarin tiga negara emerging yang dibahas China, Brasil, dan Turki. Ini 3 negara yang punya risiko-risiko yang agak signifikan," ucapnya.

Adapun, isu yang menjadi perhatian negara-negara maju adalah kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Bagi Indonesia, sambungnya, yang terpenting adalah kepastian terkait kebijakan suku bunga The Fed. Sebab, spekulasi terkait suku bunga The Fed membuat nilai tukar rupiah tidak stabil.

"Sedangkan untuk negara maju, konsen mengenai kenaikan suku bunga Amerika Serikat masih mengemuka, sebagian menginginkan kepastian dan sebagian menginginkan ditunda dulu. Tapi buat kita sebenarnya kepastian lebih penting karena itu yang bisa meeredam gejolak rupiah," tutupnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads