Perdagangan RI Surplus US$ 7,1 M, Menkeu: Menunjang Penguatan Rupiah

Perdagangan RI Surplus US$ 7,1 M, Menkeu: Menunjang Penguatan Rupiah

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 15:02 WIB
Perdagangan RI Surplus US$ 7,1 M, Menkeu: Menunjang Penguatan Rupiah
Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro gembira mendengar neraca perdagangan Indonesia surplus di September. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sejak Januari sampai September tahun ini sudah surplus US$ 7,13 miliar.

Menurut Bambang, hal ini turut mendukung penguatan rupiah dan menekan defisit transaksi berjalan (CAD).

"Itu menunjang untuk mengurangi CAD dan berpotensi untuk penguatan mata uang," ujar Bambang usai rapat kerja di Badan Anggaran DPR, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, total ekspor Januari-September 2015 adalah US$ 115,07 miliar, turun 13,29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor non migas pada Januari-September 2015 US$ 100,7 miliar, turun 7,87% dibandingkan September 2014.

Ekspor terbesar adalah lemak dan minyak hewan nabati, senilai US$ 14,96 miliar. Sementara penurunan ekspor terbesar adalah bahan bakar mineral, yang turun 22,48% menjadi US$ 12,5 miliar.

Untuk impor, nilai impor Indonesia pada September adalah US$ 11,51 miliar, turun 25,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara dibandingkan Agustus 2015 turun 7,16%.

Impor migas turun 9,92%, dari US$ 2,11 miliar menjadi US$ 1,99 miliar di September 2015. Untuk impor non migas turun 6,82% menjadi US$ 9,6 miliar.

Lewat hasil ini, maka neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 1,02 miliar di September 2015. ‎Secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2015 nilai surplus neraca perdagangan Indonesia adalah US$ 7,13 miliar.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads