Di Yogyakarta
Sembako Naik,Minyak Tanah Langka
Selasa, 01 Mar 2005 16:54 WIB
Yogyakarta - Harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai merambat naik sebagai dampak kenaikan harga BBM. Sementara minyak tanah langka dan sulit diperoleh di pedagang-pedagang eceran.Berdasarkan pantauan detikcom pada Selasa (1/3/2005) beberapa harga kebutuhan pokok yang mulai mengalami kenaikan adalah gula pasir, daging ayam potong dan beberapa jenis sayur-sayuran. Sedangkan telur ayam, daging sapi, beras dan minyak goreng masih stabil.Harga daging ayam potong di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Kranggan, Pasar Lempuyangan, Pasar Demangan dan Pasar Terban sejak Senin kemarin sudah naik sebesar Rp 1.000 hingga Rp 1.500/kg. Saat ini harga daging ayam potong berkisar antara Rp 12.500 - Rp 14.000/kg.Untuk daging sapi harga masih stabil berkisar antara Rp 39.000 - Rp 42.500/kg. Sedangkan harga telur ayam masih tetap berkisar antara Rp 6.700 - Rp 6.900/kg dan harga minyak goreng curah sawit juga tidak mengalami kenaikan Rp.5.500 - Rp 5.600/kg. Sedangkan untuk beras jenis IR 34 berkisar antara Rp 3.300 - Rp 3.400/kg."Kalau harga minyak tanah eceran masih tetap Rp 1.100/liter hanya saja sudah sejak Sabtu kemarin kita belum mendapat kiriman dari agen yang biasa mengirimkan minyak tanah," kata Ny Mulyanto seorang pedagang kelontong dan minyak tanah di Pasar Demangan Yogyakarta.Menurut dia, kelangkaan minyak tanah akibat telatnya kiriman dari agen mengakibatkan banyak pelanggan yang kecele. Sejak hari Jumat (25/2/2005) lalu 10 drum minyak tanah yang dijualnya sudah habis. Hingga kini di depan kiosnya telah bertumpuk dan berjejer banyak jerigen minyak tanah milik pelanggannya yang sudah antre. "Saya sudah memesan 500 liter saja sampai hari ini belum ada kiriman," katanya.Mengenai kenaikan harga gula pasir katanya, sudah naik sejak awal bulan Februari lalu. Harga gula pasir pada awal bulan Februari masih berkisar Rp 5.200/kg, namun kemudian pelan-pelan naik hingga mencapai Rp 6.000/kg. Bahkan harga gula pasir sempat mencapai Rp 6.200 pada akhir bulan Februari lalu. "Saat ini harga gula putih impor sekitar Rp 6 ribu/kg, sedangkan gula lokal berkisar Rp 5.600 - Rp 5.800/kg," katanya.Naiknya harga gula pasir tersebut juga sempat dikeluhkan sejumlah pedagang makanan/minuman angkringan di sekitar kota Yogyakarta. Para pedagang minuman mengaku saat ini agak kesulitan bila menjual segelas teh manis dengan harga Rp 500/gelas."Repot Mas, kalau harga segelas teh manis dinaikkan menjadi Rp 600 atau tetap Rp 500 tapi gula pasirnya dikurangi pembeli akan marah nanti," kata Sugianto seorang pedagang angkringan di kawasan kampus UGM.
(nrl/)











































