Susi Kagum Dengan Negara Kecil di Afrika yang 'Sikat' Pencuri Ikan

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 18:32 WIB
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku kagum dengan negara kecil di Afrika yakni Sao Tome, soal penegakan hukum ke kapal asing pencuri ikan di wilayahnya.

Susi membandingkan penegakan hukum di Indonesia, salah satu contohnya seperti kasus MV Haifa, yang terbukti mencuri ikan tetapi hanya dijatuhi hukuman Rp 200 juta. Sementara, pengadilan Sao Tome pernah menghukum pemilik Kapal Thunder yang terbukti mencuri ikan Rp 263,5 miliar.

"Sao Tome, negara kecil di Afrika berani beri putusan sangat adil dalam upaya penegakan hukum IUU (Illegal Unreported Unregulated) Fishing," kata Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2015).

Seperti diketahui, Kapal Thunder merupakan kapal yang diburu 163 negara karena melakukan aktivitas transhipment seperti membawa ikan tangkapan ilegal hingga penyelundupan.

Selain memberi sanksi denda tinggi kepada pemilik, Pengadilan di Sao Tome juga menjatuhkan hukuman penjara kepada pimpinan kapal.

"ABK kapal Thunder nggak dihukum, yang dihukum nahkoda, juru mesin dan korporasi. Kita terbalik. Kita kejar ABK. Tapi akhirnya, kita deportasi ABK karena nggak sanggup beri makan. Ini pekerjaan rumah Indonesia dan penegak hukum di Indonesia. Bukan berani, tapi harus tegakkan amanat undang-undang dan hukum dijalankan," ujarnya.

Tidak hanya dirinya, aksi berani dan tegas itu, Sao Tome menjadi pusat perhatian dunia. Banyak pihak kagum dengan ketegasan pengadilan negara kecil tersebut.

"Media (internasional) muat tentang Afrika. Jangan sampai kalah negara kecil. Integritas negara kita masa kalah negara Afrika yang di peta nggak ada," tuturnya.

(feb/rrd)