27 Ribu Karyawan Selamat dari Ancaman PHK

27 Ribu Karyawan Selamat dari Ancaman PHK

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 18:25 WIB
27 Ribu Karyawan Selamat dari Ancaman PHK
Konpers Paket Kebijakan Jilid IV (Maikel-detikFinance)
Jakarta - Pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menyelamatkan sekitar 27 ribu pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), lewat salah satu kebijakannya.

Menteri Keuangan. Bambang Brodjonegoro mengatakan, kebijakaan penyelamatan pekerja dari PHK ini adalah melalui pemberian kredit ke UKM oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Exim Bank.

Lewat Indonesia Exim Bank ini, pemerintah memberikan kredit modal kerja berbunga lebih murah dari kredit komersial. Kredit ini diutamakan untuk perusahaan padat karya yang rawan melakukan PHK. Namun perusahaan itu punya kegiatan berorientasi ekspor, atau pendukung kegiatan ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini ada 30 perusahaan yang berpotensi diberikan kredit modal kerja ini, sebagai pendamping kredit yang dimiliki UKM tersebut dari bank lain. Besaran pinjaman maksimum Rp 50 miliar," jelas Bambang, dalam jumpa pers Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Perusahaan yang diberikan bantuan kredit murah ini adalah yang melakukan ekspor komoditas seperti furnitur, kayu, tekstil, perikanan, pertanian, perkebunan dan banyak lagi.

Sedangkan 30 perusahaan tersebut berlokasi antara lain di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Ambon, dan Papua.

"Jumlah pekerja yang dipekerjakan 50 sampai 5.200 orang. Ada potensi menyelamatkan karyawan sebanyak 27 ribu dari ancaman PHK," kata Bambang.

Aturan dan prosedur pemberian kredit berbunga murah ini telah disiapkan. Jumlah kredit yang disiapkan sudah mencapai Rp 695 miliar, dana ini diambil dari penyertaan modal negara (PMN) Rp 1 triliun yang diberikan pemerintah ke Indonesia Exim Bank pada tahun ini.

"Kebijakan ini untuk mendorong ekspor, berpihak kepada UKM, dan tidak ada PHK," kata Bambang.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads