Media Jepang Pantau Acara Kerja Sama Kereta Cepat RI dan China

Media Jepang Pantau Acara Kerja Sama Kereta Cepat RI dan China

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2015 10:50 WIB
Media Jepang Pantau Acara Kerja Sama Kereta Cepat RI dan China
Foto: Feby/detikFinance
Jakarta - Hari ini, Indonesia dan China menandatangani Joint Venture Agreement (JVA) dan deed of Establishment pendirian anak usaha patungan kereta cepat (High Speed Railway/HSR) Jakarta-Bandung.

Perusahaan baru itu bernama, PT Kereta Cepat Indonesia China. Ada hal menarik pada kerjasama pengembangan HSR berkecepatan 250 kilometer per jam ini.

Tampak belasan wartawan media online, cetak, hingga televisi asal Jepang meliput proses pengembangan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka mengikuti setiap proses kerja sama ini, padahal Jepang tidak ikut pada pembangunan HSR. Media asal Jepang tersebut di antaranya Asahi Shimbun, Yomiuri Shimbun, Mainichi Shimbun, Kyodo News, Jiji News, NHK TV, hingga Nikkei.

"Kita disuruh untuk mengikuti ini," ujar salah satu awak media Jepang kepada detikFinance di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Hadir pula media asal China seperti CCTV dan belasan media asal Indonesia. Jepang dan China sebelumnya memang bersaing sengit memperebutkan proyek bergengsi ini.

Pada keputusan final, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian menyerahkan pengembangan HSR ke BUMN RI. Selanjutnya BUMN RI memilih menggandeng China melalui China Railway International Co. Ltd sebagai mitra.

Akibat keputusan ini, Jepang pun sempat menyatakan kekecewaannya. Indonesia pun mengirim Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dalam misi diplomatik ke Jepang.

Pada pengembangan kereta cepat ini, BUMN RI dan China tidak meminta jaminan dan suntikan dana pemerintah Indonesia. Bahkan, kedua pihak sepakat untuk membidik pembangunan kereta cepat tidak hanya di Indonesia, tapi juga ke Asia Tenggara hingga Timur Tengah.

"Perusahaan yang baru juga nantinya ikut bertanding di luar Indonesia yang terkait HSR. Kami harapkan PT Kereta Cepat Indonesia China terbentuk ambil peran HSR di Timur Tengah, terutama MEA (Asia Tenggara)," ujar Chairman PSBI dan Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol,

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads