Dibangun 2016, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2019

Dibangun 2016, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2019

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2015 12:00 WIB
Dibangun 2016, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2019
Kereta cepat buatan China saat pameran di Senayan (Foto: Feby/detikFinance)
Jakarta - Proyek kereta cepat (High Speed Railways/HSR) mulai dikerjakan 2016. Sebelum groundbreaking alias peletakan baru pertama, PT Kereta Cepat Indonesia China akan memperkenalkan kereta cepat ke publik pada 9 November 2019 di daerah Walini, Bandung Barat.

Setelah proyek dimulai, maka konsorsium RI-China itu butuh waktu 3 tahun untuk menyelesaikan jalur dan stasiun kereta cepat. Artinya, kereta anyar ini sudah bisa meluncur mulai kuartal I-2019 atau sebelum berakhirnya Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) periode 2014-2019.

"Selesai jangka waktu akhir 2018 dan beroperasi secara komersial triwulan I-2019," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol saat acara join Venture Agreement Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Bintang Perbowo menyebut pekerjaan konstruksi, rel hingga persinyalan akan dilakukan oleh Indonesia sedangkan pengadaan rolling stock atau kereta dipasok dari China.

"Banyak engineer RI terlibat. 60% local content, 40% impor terutama rolling stock dan material belum bisa dibikin di Indonesia. Kalau pekerjaan sipil seperti jalur, jembatan, rel sampai sinyal dikerjakan kita," tuturnya.

WIKA merupakan ketua konsorsium BUMN Indonesia dalam kereta cepat, memimpin 3 BUMN lain yang membentuk perusahaan patungan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Untuk pembiayaan proyek, Bintang menyebut 75% dari total investasi US$ 5,5 miliar dibiayai oleh China Development Bank (CDB) sisanya disokong modal sendiri dari konsorsium BUMN China-Indonesia yakni PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads