Setelah proyek dimulai, maka konsorsium RI-China itu butuh waktu 3 tahun untuk menyelesaikan jalur dan stasiun kereta cepat. Artinya, kereta anyar ini sudah bisa meluncur mulai kuartal I-2019 atau sebelum berakhirnya Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) periode 2014-2019.
"Selesai jangka waktu akhir 2018 dan beroperasi secara komersial triwulan I-2019," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol saat acara join Venture Agreement Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak engineer RI terlibat. 60% local content, 40% impor terutama rolling stock dan material belum bisa dibikin di Indonesia. Kalau pekerjaan sipil seperti jalur, jembatan, rel sampai sinyal dikerjakan kita," tuturnya.
WIKA merupakan ketua konsorsium BUMN Indonesia dalam kereta cepat, memimpin 3 BUMN lain yang membentuk perusahaan patungan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
Untuk pembiayaan proyek, Bintang menyebut 75% dari total investasi US$ 5,5 miliar dibiayai oleh China Development Bank (CDB) sisanya disokong modal sendiri dari konsorsium BUMN China-Indonesia yakni PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
(feb/ang)










































