Menbudpar Jero Wacik Keberatan Fiskal Dihapus
Selasa, 01 Mar 2005 17:39 WIB
Jakarta -
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengaku keberatan dengan rencana penghapusan fiskal. Pasalnya, penghapusan fiskal akan menyebabkan wisatawan domestik bepergian ke luar negeri sehingga devisa banyak ke luar."Kalau saya keberatan jika fiskal dihapuskan karena akan semakin banyak orang yang dananya pas-pasan pergi ke luar negeri," kata Jero Wacik saat mendampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choiril Maksum di Kantor BPS, Jl. Dr. Soetomo, Jakarta, Selasa, (1/3/2005).Jero lalu menyarankan agar masyarakat yang dananya pas-pasan tidak bepergian ke luar negeri, namun mengalihkannya untuk berwisata ke berbagai daerah di dalam negeri."Kalau banyak yang bepergian ke luar negeri kita akan kekurangan devisa. Kalau negara lain marah ya paling marah sedikitlah. Kita kan selamatkan negeri ini," katanya.Meski demikian, dia tetap menyetujui diberlakukannya pembebasan fiskal bagi duta pariwisata maupun kebudayaan.Target Wisman 2005Pada kesempatan itu, Jero juga menyebutkan departemen yang dipimpinnya pada tahun 2005 ini menargetkan jumlah wisman yang masuk ke Indonesia sebesar 6 juta orang, atau meningkat dibandingkan tahun 2004 lalu yang mencapai 5,3 juta wisman.Adapun langkah yang akan ditempuh untuk menggenjot kedatangan wisman diantaranya dengan melakukan langkah-langkah menarik wisman di luar negara-negara yang selama ini sudah datang.Tahun 2005 ini, Depbudpar akan berusaha meningkatkan jumlah wisman dari Cina, Timur Tengah dan India. Menurutnya, masyarakat Cina yang pergi ke luar negeri setiap tahunnya mencapai 20 juta orang. Namun, yang datang ke Indonesia baru 80 ribu orang. Tahun ini wisman asal Cina ditargetkan bisa meningkat jadi 360 ribu orang.Terkait dengan target devisa dari pemasukan wisman, dia menyebutkan, tahun ini pihaknya menargetkan sebesar 6 miliar dolar AS.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
