Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memandang, pangan memiliki peran penting untuk ketahanan sebuah negara. Bila kebutuhan seperti pakaian hingga kendaraan susah diperoleh ataupun mahal, masyarakat tidak terlalu peduli, namun berbeda dengan pangan seperti beras.
JK menilai, negara bisa tumbang karena warga kekurangan beras. Hal ini diungkapkan JK saat acara panen raya padi dan peringatan hari pangan dunia di Desa Palu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (17/10/2015).
"Kurang motor, baju, sepatu tidak ada demo. Kurang beras atau pangan bisa tumbang suatu negara," kata JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik banyak daripada kurang. Kalau baju kurang, kita bisa cuci pakai lagi. Kalau pangan nggak bisa. Sudah kita pakai habis. Tidak bisa dihemat-hemat. Harus ada cadangannya," ujarnya.
Untuk meningkatkan produksi, JK menilai perlu ada sentuhan teknologi hingga bantuan alat pertanian seperti traktor dan pompa air. Langkah itu diperlukan untuk mengatasi persoalan kekeringan hingga berkurangannya lahan pertanian karena alih fungsi lahan menjadi pemukiman.
"Kuncinya pengairan, peralatan, teknologi, dan penyuluh yang baik. Satu cara menyejahterakan petani, tingkatkan produktivitas. Kalau menaikkan harga salah, perluas lahan harus babat hutan, itu juga salah," tuturnya.
(feb/dnl)











































