Pengusaha RI Pamer Produk Kreatif di Malaysia

Pengusaha RI Pamer Produk Kreatif di Malaysia

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 18 Okt 2015 16:25 WIB
Pengusaha RI Pamer Produk Kreatif di Malaysia
Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Penang (KJRI Penang) menyelenggarakan serangkaian kegiatan Festival Indonesia Penang 2015. Kegiatan yang diberi tema "Apa Kabar" ini dilaksanakan dari tanggal 15-17 Oktober 2015.

Dengan agenda pertemuan pengusaha, pameran terpadu, dan pertunjukan ekonomi kreatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Di samping juga peningkatan volume dan hubungan dangang, kunjungan wisata, dan membuka peluang investasi serta memperkenalkan budaya adiluhung Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kegiatan tersebut, KJRI Penang dan Pemda Aceh bekerjasama dengan Firefly telah memfasilitasi penyelenggaraan Tourism Gathering yang mempertemukan sebanyak 42 pelaku wisata (tour operators / travel agents dan perhotelan) di Aceh dan Pulau Pinang.

Dicapai juga kesepakatan untuk peningkatan kerjasama pariwisata aseperti mendorong kunjungan wisatawan dari dan antar kedua negara. Selain business to business session dan rencana penyelenggaraan media/familiarization trip ke Aceh,mereka sepakat untuk melakukan upaya promosi bersama lainnya.

Selain itu, KJRI Penang didukung oleh Universiti Sains Malaysia melaksanakan pameran terpadu dan pertunjukan ekonomi kreatif di Universiti Sains Malaysia. Kegiatan dibuka dan diresmikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno, didampingi oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Penang, Taufiq Rodhy.

Kegiatan dihadiri oleh Y.B. Dato Rashid bin Hasnon, Timbalan Ketua Menteri I Pulau Pinang; Y.B. Tan Sri Datuk Mustafa Mansur, Pro Chancellor USM; Y.B. Prof. Dato’ Dr See Ching Mey, Timbalan Naib Bahagian Jaringan Industri dan Masyarakat; Y.B. Danny Law Heng Kiang, Menteri Pelancongan dan Kebudayaan Kerajaan Negeri Penang, Konsul Jenderal Jepang Mr. Ryuji Noda beserta istri, Konsul-Konsul Kehormatan, Dekan, Dosen, Akademisi dan mahasiswa lokal dan internasional, serta mitra-mitra kerja KJRI Penang lainnya.

Kegiatan pertunjukan ekonomi kreatif diisi dengan peragaan busana Batik dan kain Tenun Nusa Tenggara Timur, Tarian tradisional dan pertunjukan Gamelan dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Arumba dan Bamboo Orchestra oleh AWI, Sasando Nusa Tenggara Timur, dan berbagai kegiatan workshop antara lain workshop desain batik menggunakan software Jbatik oleh Piksel Indonesia, dan mencanting batik tulis, dan workshop Angklung dari seluruh peserta.

"They are really good. I’m really admire and enjoy," kata Encik Mohamad, Director of Media and Public Relations Center USM.

Pada kesempatan yang sama, juga disediakan tempat untuk melihat potensi yang dimiliki Indonesia. Dari sisi perdagangan diisi oleh pengusaha kain dari 34 provinsi dan Indonesia Trade Assosiation dan pariwisata oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Pada sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno mengajak semua pihak untuk datang ke Indonesia. Sebab, apa yang disajikan dalam kegiatan ini hanyala sebagian kecil dari yang ada di Indonesia.

"Festival Indonesia 2015 saat ini hanya menampilkan sebagian kecil dari kekayaan khasanah seni dan budaya Indonesia. Meskipun demikian, festival seni dan budaya ini setidaknya dapat memberikan gambaran keindahan seni dan budaya Indonesia sehingga diharapkan dapat menggugah ketertarikan saudara dan para hadirin semua untuk mengunjungi Indonesia dan membuktikan langsung keindahan seni dan budaya Indonesia," ujar Herman.

Kalangan dunia usaha yang mengikuti pameran juga banyak yang menuai keuntungan. Seperti Bahrul Hasan, pemilik merk Batik Pekalongan, Aruni.

"Terorganisir dengan baik. Pamerannya sehari tapi hasilnya lumayan," jelas Bahrul.

Begitu juga dengan Riesye dari Rumah Adriens. Karena kebanjiran pembeli, maka dijadwalkan untuk melakukan survei pasar.

"Saya waktu di Kyiev samapai sekarang order-nya nggak putus-putus," kata Riesye

Salah satu peserta Survey Pasar adalah Batik Fractal yang mengekspresikan dengan antusias semangat menembus pasar Asean Economic Community yang akan diketok berlaku mulai akhir Desember tahun ini. Batik Fractal memundurkan kepulangannnya satu hari hingga tanggal 18 agar dapat lebih lama mengumpulkan data.

"Pasarnya potensial," ujar Nancy, CEO Batik Fractal.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads