Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong akan merevisi target peningkatan ekspor sebesar 300% dalam 5 tahun, yang dibuat ketika Kementerian Perdagangan masih di bawah kepemimpinan Rachmat Gobel.
Rachmat Gobel angkat bicara terkait revisi target ekspor yang dilakukan penerusnya itu. Kata Gobel, revisi yang dilakukan Lembong adalah hal yang wajar-wajar saja. Seperti halnya di korporasi, target yang dipatok bisa saja direvisi sewaktu-waktu karena adanya perubahan situasi yang dihadapi.
"Itu biasa hal yang wajar saja, revisi kan setiap tahun. Kita lihat ekonomi tidak bagus, ya kita revisi. Kalau tiba-tiba ekonomi bagus, revisi lagi," kata Gobel saat ditemui di sela-sela Rapat Kerja Nasional Kadin Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (19/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyatakan bahwa target peningkatan ekspor 300% tidak realistis. Dengan kondisi pasar global yang sedang lesu saat ini, tak mungkin ekspor bisa naik sampai 60% per tahun. Sebab, ekspor sangat bergantung pada kondisi global.
"Kita sekarang lihat kenyataan. Terus terang ekspor impor beberapa tahun terakhir menurun. Semua negara mengalaminya. Ekonomi global sedang slow down," kata Lembong beberapa hari lalu.
(rrd/rrd)










































