Petani ke Mentan Saat Blusukan: Tolong Pak Jangan Impor Beras!

Petani ke Mentan Saat Blusukan: Tolong Pak Jangan Impor Beras!

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 19 Okt 2015 17:01 WIB
Petani ke Mentan Saat Blusukan: Tolong Pak Jangan Impor Beras!
Subang - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman sempat singgah di salah satu persawahan yang menghijau di Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Subang, saat kunjungan kerja di Jawa Barat. Amran yang sempat berkeliling sawah, bertemu dengan para petani padi di kawasan tersebut.

Amran dengan beberapa petani berkumpul di sebuah saung di tengah sawah. Seorang petani bernama Surya Gandamana melakukan dialog cukup serius. Surya sempat mengeluhkan soal rencana pemerintah mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand. Meski belum ada realisasi impor, petani mengaku sudah ada penurunan harga gabah.

Dalam kesempatan tersebut, Surya mengeluh soal harga gabah yang dalam beberapa hari terakhir sudah turun dari Rp 5.700/kg menjadi Rp 5.500/Kg. Surya menduga karena ada kabar soal impor beras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi saya minta tolong Pak, jangan lah ini gonjang ganjing di kota soal impor beras. Ini baru berhembus beritanya saja harga sudah turun. Apa lagi kalau beneran ada impor. Ini informasi semerawut langsung terasa di kita," seru Surya yang merupakan Ketua Kelompok Tani Sura Bangkit, Subang, Senin (19/10/2015)

Mendengar keluhan tersebut, Amran langsung balik bertanya dan meragukan keluhan petani. "Masak ada informasi begitu harga langsung turun?" tanya Amran.

Menurut Amran bila benar laporan petani tersebut, namun harga gabah saat ini relatif masih tinggi dibandingkan beberapa waktu lalu.

"Tapi masih lebih tinggi dari kemarin kan? Nggak Rp 4.000/kg lagi kan?" tanya Amran

Surya pun mengakui bahwa harga gabah saat ini memang masih tinggi meski harganya turun.

"Nah itu masih untung. Bapak sama teman-teman tinggal konsentrasi produksi saja. Biar ini mengelola informasi di pusat jadi tugas saya. Yang penting petani tetap untung," pesan Mentan Amran.

Surya juga mengeluhkan soal tak adanya tenaga penyuluhan pertanian khususnya yang menyambangi kelompok taninya di Subang. Ia beralasan, tenaga penyuluh pertanian banyak yang akan pensiun.

Dalam kesempatan tersebut Amran juga menyampaikan soal program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pertanian. Program KUR di era Presiden Jokowi menawarkan bunga lebih rendah hanya 12% dari sebelumnya 21%.

"Itu sudah diamanahkan, untuk bapak (kelompok tani) ada. Jadi kalau ada kendala dana, jangan pusing lagi," kata Amran.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads