"Untuk tahun 2015, hitungan terakhir kami penerimaan pajak mungkin shortfall sekitar Rp 130 triliun-Rp 140 triliun. Tapi yang paling penting kami jaga defisit harus dijaga pada level yang aman. Yang kita harapkan dan ditunggu terobosan penerimaan pajak," jelas Bambang, saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2015).
Bambang mengakui, memang selama ini target penerimaan pajak banyak yang meleset dari target yang ditetapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Bambang menilai, defisit anggaran di tahun ini masih dalam level aman yaitu di bawah 2,5%. "Pokoknya defisit aman, karena belanja mungkin sekitar 5-6% yang tidak terserap jadi nanti tambahan pembiayaan akan banyak berasal dari pinjaman multilateral," katanya.
Di samping itu, Bambang menambahkan, pihaknya akan melakukan berbagai efisiensi anggaran agar angka defisit tidak terlalu melebar.
"(Efisiensi) Itu akan terjadi dengan sendirinya, memang kita pada akhirnya tidak mau lagi ada pengalihan belanja yang tidak perlu, jadi kalau tidak bisa dieksekusi ya ya sudah jangan dialihkan ke sesuatu yang tidak produktif," pungkasnya.
(drk/dnl)











































