Dalam kesempatan tersebut, Lembong mengatakan selalu mempromosikan sawit Indonesia di luar negeri. Bahkan ia merasa perannya seperti seorang bos dari para tenaga penjual (sales).
"Saya setiap ke luar negeri seperti chief of sales marketing bagi Indonesia. Saya coba ketika ke luar negeri sampaikan secara fun, santai, dan lucu. Tidak pernah lupa saya tawarkan CPO," ungkap Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas T Lembong dalam Forum Ekspor 'Palm Oil As An Indonesian Export Prime Mover di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendag dalam kesempatan tersebut mengatakan akan terus mendukung industri sawit. "Saya dengan tegas mengatakan sangat mendukung industri ini. Saya sangat menghargai masukan dari asosiasi. Ini industri yang mempekerjakan begitu banyak orang mencapai puluhan juta dan mengatasi kemiskinan," ucapnya.
Lembong mengatakan ketika berkesempatan bertemu rekan di Amerika maupun Eropa selalu menyampaikan bahwa dengan membeli minyak sawit Indonesia turut membantu puluhan juta penduduk Indonesia.
"Ke teman-teman saya, terima kasih rekan-rekan dengan membeli minyak sawit Indonesia kalian sudah membantu memberi penghasilan ke puluhan jutaan penduduk Indonesia, mengangkat merek dari kemiskinan," ujarnya.
Mendag juga menyinggung terkait lahan sawit yang distempel menjadi penyebab kebakaran hutan. "Di luar dari kejadian kebakaran hutan saat ini. Asap kebakaran kita pasti akan disorot. Jangan tersesat dari budaya kita yang santai dan ramah. Saya imbau kita tetap ambil pandangan yang tenang. Kita perlu pikirkan industri ini dalam jangka panjang," tambahnya.
Beberapa pekan lalu pertemuan antara Perdana Menteri Malaysia Najiv dengan Presiden Jokowi, menurut Mendag merupakan prakarsa baru yang bisa dimanfaatkan peluangnya oleh para asosiasi.
"Pertemuan Perdana Menteri Malaysia dengan Presiden Joko Widodo membuka prakarsa baru. Terus terang saya belum tahu banyak dan terus pelajari. Prakarsa baru tersebut akan membuka jalan, memperkuat dan memperbaiki image. Secara logika, asosiasi bisa sangat berkembang dengan prakarsa ini," katanya.
Para pengusaha kelapa sawit hari ini berkumpul untuk membahas dua tantangan pasar produk sawit saat ini yaitu melawan black campaign atau kampanye nagatif produk sawit RI di pasar internasional dan ekspansi negara tujuan ekspor. Hadir para pelaku usaha dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GPKSI)
"Kemendag bersama masyarakat sawit sama-sama akan berdiskusi hari ini. Ada dua hal penting yang saat ini menjadi tantangan yaitu melawan black campaign dan memperluas negara tujuan ekspor ke negara yang belum terjamah ekspor sawit RI selama ini," ujar Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Karyanto Suprih dalam sambutannya.
Usai memberi sambutan Mendag Lembong diajak berkeliling meninjau stan asosiasi. Ada beberapa tandan sawit berukuran besar dan berwarna kemerahan di stan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) .
Lembong ditunjukkan berbagai jenis produk turunan sawit. Mendag terlihat serius mengamati sambil mendengarkan penjelasan. Mulai dari CPO, CPKO, hingga contoh-contoh produk down stream. Ada oil well cleaning, surfactant for EOR, water coning reducer dan lainnya.
(hen/hen)











































