Perusahaan Sawit Diminta Tak Beli Lahan dari Proses Pembakaran

Perusahaan Sawit Diminta Tak Beli Lahan dari Proses Pembakaran

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2015 12:08 WIB
Perusahaan Sawit Diminta Tak Beli Lahan dari Proses Pembakaran
Jakarta - Perusahaan sawit menjadi salah satu pihak yang dituduh penyebab kebakaran hutan hingga menimbulkan kabut asap. Kegiatan membakar lahan jadi cara yang paling murah untuk membuka lahan baru perkebunan sawit.

Untuk itu, Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun, meminta para perusahaan sawit, tidak membeli lahan yang bekas dibakar.

"Kami harap pihak yang melakukan pembakaran di lahan sendiri bisa ditindak tegas. Asosiasi di bawah DMSI saya imbau agar tidak membeli lahan yang dibakar untuk ditanami kelapa sawit. Perusahaan jangan memakai lahan terbakar yang dibuka secara ilegal," ungkap Derom, dalam Forum Ekspor 2015 Palm Oil As An Indonesian Export Prime Mover, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Derom juga menekankan hal tersebut kepada perusahaan-perusahaan di bawah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Pengusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI), dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo).

Lahan yang dibuka dengan cara dibakar, menurut Derom, memang lebih murah tetapi tidak sesuai dengan prinsip produksi sawit secara berkelanjutan.

"Pengusaha jangan jadi penadah lahan terbakar. Supaya tidak ada lagi yang membakar dan tidak dituduh lagi perusahaan sawit yang membakar. Tahun depan kebakaran hutan tidak ada lagi," tegasnya.

Dia mengatakan, ada tiga langkah yang dilakukan DMSI bersama asosiasi di bawahnya. "Kami ingin pastikan ke depan penyebabnya bukan perusahaan sawit," jelasnya.

Langkah kedua, kata Derom, dengan mencari tenaga ahli dalam mengantisipasi sejak dini soal pencegahan titik api di lahan perkebunan sawit.

"Ketiga kami buka pengaduan untuk keluhan pengusaha-pengusaha yang dirugikan akibat ulah pihak-pihak mendiskreditkan sawit," pungkasnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads