Sofyan menyebut, banyak Pemda beranggapan pembangunan minimarket di desa-desa bisa dianggap sebagai salah satu indikator percepatan ekonomi desa. Padahal yang perlu didorong adalah toko-toko kecil yang selama ini sudah ada di desa-desa yang mencakup banyak ekonomi keluarga.
"Bukan (minimarket). Itu indikator yang keliru, seolah kalau sudah ada minimarket lain itu sebuah desa dikatakan sudah maju," kata Sofyan di acara Launching Indeks Pembangunan Desa 2014, di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya harusnya minimarket itu bukan indikator yang tepat. Karena di desa itu daerah ekonomi sudah punya karakternya, kalau ada minimarket di desa, bagaimana nasib toko (kecil) punya ibu dan bapak itu akan hilang," jelas Sofyan.
Sofyan menuturkan, keberadaan satu minimarket saja bisa puluhan warung-warung kecil di sekitarnya menjadi kerdil.
"Satu minimarket bisa matikan warung-warung. Sense kurang tepat kalau ada minimarket dibiarkan di desa," pungkasnya.
(hen/hen)











































