"Ingin membuat semua bandara dan pelabuhan punya kualitas sama. Ngomongnya gampang tapi melakukannya susah setengah mati. Ini mengubah kultur pelayanan di setiap bandara dan pelabuhan," kata Jonan, dalam dialog Rembuk Nasional 'Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: Kedaulatan Pangan, Pembangunan Energi, dan Keunggulan Maritim, di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).
Soal pembenahan kualitas bandara, dia mencontohkan bandara Kalimarau di Berau, Kalimantan Timur milik Kementerian Perhubungan. Bandara tersebut diubah dan ditata lebih modern. Pada acara itu, Jonan menunjukkan foto-foto bandara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan kesetaraan pelayanan dan kualitas bandara serta pelabuhan dari Sabang sampai Merauke.
Ambisi Jonan tidak hanya mengubah wujud dan menyamakan standar kualitas pelabuhan dan bandara, tetapi juga terminal. "Terminal bus saya ingin usahakan kualitas dan fasilitasnya sama dengan stasiun kereta. Tidak usah FGD (diskusi) kebanyakan, biaya konsumsi tinggi. Sudah saya maunya sama kayak stasiun, titik, dikerjakan selesai," ucapnya.
Tidak hanya fisik membangun fasilitas bandara, pelabuhan, stasiun hingga terminal. Keselamatan transportasi juga menjadi fokus Menteri Jonan.
"Tantangan paling besar adalah waktu, titik. Kalau yang lain disebutkan namanya keluh kesah. Saya cenderung untuk tidak mengatakan itu. Kalau saya cerita keluh kesah satu halaman, nanti teman-teman saya di Kemenhub cerita lima halaman," ujarnya disambut tepuk tangan dan tawa para hadirin.
(dnl/hen)











































