"Teman saya cerita naik kereta cepat dari Roma ke Milan. Saya ditanya kapan Indonesia punya kereta cepat? Saya bilang masih lama, karena pemerataan pembangunan belum seluruhnya dan prioritas," jelas Jonan, dalam dialog Rembug Nasional 'Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: Kedaulatan Pangan, Pembangunan Energi, dan Keunggulan Maritim, di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).
Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini mengatakan, sesuai dengan 9 program prioritas Jokowi-JK bernama Nawa Cita, pemerataan pembangunan menjadi fokus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan ini, Jonan juga menyinggung soal program perpanjangan dan pelebaran landasan (runway) di berbagai bandara.
"Hampir semua saya sudah kunjungi bandara. Bawean (Jawa Timur) sudah selesai pelebaran runway. Tes landing Bawean saya sendiri. Orang Banggar (Badan Anggaran DPR) saya ajak, lalu nanya ini kalau jatuh Bagaimana? Ya mati. Pegangan saja yang kencang. Pelebaran runway ini misalnya di Miangas paling utara, Kepulauan Siau, Pulau Buru, Alor, Digul," papar Jonan.
Jonan mengatakan, dirinya juga punya misi untuk memangkas rantai logistik di Indonesia. Sehingga biaya logistik makin efisien.
"Banyak yang nggak suka lho, banyak yang minta saya diganti, nggak apa-apa sih. Semua butuh waktu, karena nggak ada Bandung Bondowoso," jelasnya.
(dnl/hen)










































