PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat, dalam 2 bulan terakhir telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 5 triliun. Besaran KUR tersebut telah disalurkan kepada 300.000 debitur. Hingga akhir tahun, BRI menargetkan bisa menyalurkan KUR Rp 17 triliun.
"BRI sampai saat ini sudah salurkan Rp 5 triliun, targetnya Rp 17 triliun. Orangnya kira-kira 300.000. Jadi kalau 300.000 orang kita beri KUR, rata-rata satu perusahaan menampung tenang kerja 2 orang, berarti dalam waktu kurang dari 2 bulan, kita bisa mempekerjakan 600.000 lapangan kerja baru di sektor informal," ujar Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, saat ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi Soal KUR, di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Asmawi menjelaskan, saat ini pemerintah tengah fokus untuk bisa menyalurkan KUR lebih agresif. BRI sebagai salah satu bank BUMN yang mengemban tugas untuk menyalurkan KUR, mencoba untuk bisa menggenjot KUR sebaik mungkin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asmawi menyebutkan, di BRI sendiri, salah satu proses yang dipermudah adalah dengan memberi kelonggaran persyaratan kepada para pekerja BRI, juga memberikan pelayanan tambahan di akhir pekan.
"Kalau memang masih ada nasabah butuh dilayani buka Sabtu-Minggu ya kita buka. Kemudian kita tambah tenaga pemasar. Kita memanfaatkan teknologi. Misalnya suami/istri pegawai negeri, berpenghasilan tetap, salah satunya punya usaha, itu kita bisa berikan selama usahanya produktif," ujarnya.
Meskipun begitu, Asmawi meyakini jika angka kredit bermaslaah atau Non Performing Loan (NPL) KUR akan terjaga dengan baik.
"NPL terjaga dengan baik, karena mereka ini kan punya usaha, selama ini mereka tidak punya akses ke perbankan karena tidak punya agunan, sekarang kita pro aktif, jemput bola," terang dia.
Sebagai informasi, pemerintah sudah menurunkan bunga KUR dari 22% menjadi 12% per tahun.
Sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015, target KUR tahun ini sebesar Rp 30 triliun. Dulu KUR dibagi menjadi dua, yaitu mikro dan ritel. Namun kini KUR ritel yang memiliki plafon kredit antara Rp 20-500 juta telah dihilangkan.
Sehingga hanya ada KUR Mikro dengan plafon kredit maksimal Rp 25 juta. Tahun depan, bunga KUR akan kembali diturunkan menjadi 9% berkat subsidi bunga dari pemerintah.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelontorkan Rp 1 triliun untuk subsidi bunga KUR tahun ini. Bank lain yang juga ditunjuk pemerintah menyalurkan KUR bunga rendah ini adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). (drk/dnl)











































