"(Presiden akan bertemu) 250 pengusaha, sekitar itu," ungkap Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Pengusaha yang akan ditemui berasal dari berbagai bidang, seperti energi, teknologi hingga pasar keuangan. Nantinya juga akan ada penandatanganan perjanjian kerjasama antar pemerintah (goverment to goverment) dan sesama pengusaha (business to business).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno menekankan, dari setiap kunjungan Presiden Jokowi memang harus jelas arah tujuannya. Kemudian bisa diimplementasikan dalam waktu dekat. Misalnya kunjungan ke kawasan Timur Tengah yang berhasil ditindaklanjuti dalam investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas).
"Saat kita berkunjung ke satu negara, kita jelas tujuannya apa, kita jelas hasilnya sebagai apa dan sebagainya. Dan itu lah yang kemudian digarap oleh para menteri untuk menghadirkan hasil konkret dari sebuah kunjungan termasuk kunjungan ke AS," kata Retno.
Meski demikian, bukan berarti tidak ada pembicaraan di bidang lainnya. Sisi politik dan budaya juga akan dibahas. Namun Retno menegaskan sejauh ini tidak ada isu politik yang akan diangkat secara spesifik.
"Kita punya mekanisme konsultasi bilateral yang juga akan meng-cover isu-isu yang sifatnya strategis. Jadi selama ini kita punya comprehensif partnership dari 2010 dan kemungkinan kita akan tingkatkan lagi. Politik sebenarnya itu bilateral, we dont have any open issue, ekonomi lebih banyak," tegas Retno.
(mkl/rrd)











































