Acara dibuka pukul 09.15 WIB, di Hall D2 JI Expo, Kemayoran, dan dimulai dengan laporan dari Mendag. โDalam sambutannya, Lembong menyebut, kondisi perekonomian dunia telah mengalami perubahan sejak 3 tahun terakhir. Harga komoditas seperti minyak bumi, batu bara, mineral, sawit, karet semuanya anjlok.
Akibatnya, ekspor Indonesia mengalami penurunan drastis. Menurut Lembong, Indonesia tak bisa lagi mengandalkan ekspor dari komoditas mentah, eranya sudah berakhir. Kini Indonesia perlu menggenjot ekspor barang-barang bernilai tambah untuk mendulang devisa, supaya perekonomian nasional bisa tetap terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, paket-paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah baru-baru ini, seperti deregulasi, penyederhanaan izin, dan sebagainya merupakan kebijakan-kebijakan yang bertujuan menggenjot ekspor barang-barang bernilai tambah. Ini merupakan tanda dimulainya era baru, era mengekspor barang-barang bernilai tambah.
"Boleh dibilang Bapak-Ibu (eksportir) ini pahlawan devisa. Mengingat reindustrialisasi era Pemerintahan Jokowi-JK, ini eranya Bapak Ibu. Itu spirit dari deregulasi, debirokratisasi, penyederhanaan. Pemerintah sangat serius memperlancar perniagaan Bapak Ibu semua," ujarnya.
"Kami sangat berterima kasih atas kerja keras Bapak Ibu semua. Juga kepada Kemenlu yang sangat membantu," Lembong mengimbuhkan.
Untuk mendukung kinerja ekspor Indonesia, dalam pembukaan TEI ini tak lupa dibagikan penghargaan Primaniyarta Award untuk โpara eksportir terbaik, dan Primaduta Award untuk para pelanggan setia produk-produk Indonesia. Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Jokowi dan Mendag Lembong.
"Untuk mengapresiasi eksportir maupun importir kami akan memberikan penghargaan. Primaduta Award untuk buyers dan Primaniyarta Award untuk eksportir-eksportir ungggulan," tutupnya.
(dnl/dnl)











































