"Kenyataan tahun ini ekspor dan impor mengalami kontraksi signifikan. Ekspor tahun ini turun 14% dan impor turun 175. Migas maupun non migas," kata Lembong ditemui usai konferensi pers 30th Trade Expo Indonesia di JI Expo, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Untuk 2016 mendatang, βLembong menargetkan ekspor bisa naik sekitar 6-7% sesuai proyeksi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Lalu pada 2017 sampai 2019, ekspor dipatok naik belasan persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai upaya meningkatkan kinerja ekspor, Lembong menyatakan akan melakukan pendekatan khusus ke negara-negara tujuan ekspor non tradisional. Caranya mulai dari meningkatkan promosi, memperbaiki pelayanan ekspor, melakukan kunjungan ke negara-negara tersebut, mengundang buyers, dan sebagainya.
β"Pengamatan saya, misalnya di TEI (Trade Expo Indonesia) ini, banyak buyers dari negara non tradisional seperti Nigeria, Arab Saudi. Pertumbuhan ke negara-negara tersebut cukup besar," ucapnya.
Pihaknya akan menggandeng Kementerian Luar Negeri untuk melakukan diplomasi perdagangan ke negara-negara tujuan ekspor non tradisional.β "Kemenlu sangat berperan. Sinergi Kemendag dan Kemenlu sangat penting. Mereka ujung tombak hubungan kita dengan mancanegara," tutupnya.
(rrd/rrd)











































