Kereta Cepat akan Terhubung dengan Monorel Bandung

Kereta Cepat akan Terhubung dengan Monorel Bandung

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2015 18:19 WIB
Kereta Cepat akan Terhubung dengan Monorel Bandung
Kereta cepat buatan China saat pameran di Senayan (Foto: Feby/detikFinance)
Jakarta - Proyek kereta cepat alias high-speed railways (HSR) Jakarta-Bandung akan terhubungan dengan moda transportasi massal Bandung Raya. Bandung juga sedang mengembangkan transportasi massal berbasis rel.

"Nanti MRT (Mass Rapid Transit) Bandung Raya akan satu konsep dengan kereta api cepat. Itu usulan kita," kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).

Saat ini pemerintah daerah (pemda) Jawa Barat (Jabar) masih belum memutuskan bentuk transportasi massal tersebut, apakah monorel atau light rail transit (LRT). Namun Aher ingin sarana transportasi ini bisa dibangun tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya betul, tentu kemarin ada pembicaraan paling terakhir dengan Bu Menteri (BUMN, Rini Soemarno), tentu ke depan harus ada pembicaraan lagi, rapat lagi dan kesepahaman lagi, supaya connect (terhubung) antara konsep besar kereta Jakarta-Bandung, dengan konsep kereta Bandung Raya," ujarnya.

Dengan demikian, Aher memastikan, kereta Bandung Raya tidak akan berubah bentuk dan desain. Namun akan disempurnakan karena bisa terhubung dengan kereta cepat.

"Saya kira akan disempurnakan. bukan diubah. Diharmoniskan," ujarnya.

Jika mengacu pada berita sebelumnya, proyek monorel atau LRT Bandung Raya ini seharusnya dimulai Juli 2015 untuk tahap I yaitu Leuwipanjang-Gedebage-Jatinangor-Tanjungsari. Namun sayangnya sampai saat ini belum ada kelanjutan lagi.

Salah satu stasiunnya di Gedebage yang rencananya terhubung dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Proyek kereta di Bandung ini akan didanai dan dikerjakan oleh China National Machinery Import & Export Corporation (CMC).

Tahap I pembangunan monorel yang menghubungkan Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang ini rencananya sepanjang 28,95 kilometer. Sementara dana yang dibutuhkan pembangunan tahap I dengan jalur Leuwipanjang-Gedebage-Jatinangor-Tanjungsari tersebut bisa mencapai sekitar Rp 5,9 triliun.

Ingin lihat peta dan jalur monorel tersebut? Klik tautan yang satu ini.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads