"Nanti MRT (Mass Rapid Transit) Bandung Raya akan satu konsep dengan kereta api cepat. Itu usulan kita," kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).
Saat ini pemerintah daerah (pemda) Jawa Barat (Jabar) masih belum memutuskan bentuk transportasi massal tersebut, apakah monorel atau light rail transit (LRT). Namun Aher ingin sarana transportasi ini bisa dibangun tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, Aher memastikan, kereta Bandung Raya tidak akan berubah bentuk dan desain. Namun akan disempurnakan karena bisa terhubung dengan kereta cepat.
"Saya kira akan disempurnakan. bukan diubah. Diharmoniskan," ujarnya.
Jika mengacu pada berita sebelumnya, proyek monorel atau LRT Bandung Raya ini seharusnya dimulai Juli 2015 untuk tahap I yaitu Leuwipanjang-Gedebage-Jatinangor-Tanjungsari. Namun sayangnya sampai saat ini belum ada kelanjutan lagi.
Salah satu stasiunnya di Gedebage yang rencananya terhubung dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Proyek kereta di Bandung ini akan didanai dan dikerjakan oleh China National Machinery Import & Export Corporation (CMC).
Tahap I pembangunan monorel yang menghubungkan Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang ini rencananya sepanjang 28,95 kilometer. Sementara dana yang dibutuhkan pembangunan tahap I dengan jalur Leuwipanjang-Gedebage-Jatinangor-Tanjungsari tersebut bisa mencapai sekitar Rp 5,9 triliun.
Ingin lihat peta dan jalur monorel tersebut? Klik tautan yang satu ini.
(ang/dnl)











































