"Pembangunan sekarang bukan Jawa sentris, tetapi mau kita keluarkan jadi Indonesia sentris, terutama Indonesia Timur. Kemarin ada yang tanya, tapi Pak itu kereta cepat dibangun di Jakarta Bandung? Itu bukan dari APBN itu harus tahu. Tidak dari APBN, tidak pakai jaminan pemerintah, itu urusan B to B. Itu urusan bisnis," tutur Jokowi.
Ini disampaikan Jokowi di hadapan kepala daerah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin mau groundbreaking Agustus saya tidak mau, belum ada barangnya. Groundbreaking 3 km relnya 7 km itu saya mau datang. Kalau belum ada relnya tidak usahlah, nanti hanya groundbreakang-groundbreaking tidak ada tindak lanjut, tidak mau saya," jelas Jokowi.
Kemudian jalur kereta di Papua juga sedang dilakukan studi kelayakan (feasibility study/FS). Proyek ini diharapkan Jokowi akan dimulai tahun depan.
(dnl/hen)











































