Caranya adalah, dengan merekrut tenaga-tenaga profesional muda Indonesia yang saat ini bekerja di luar negeri.
Terkait hal tersebut, belum lama ini Ahok bertolak ke Singapura. Di Singapura, Ahok membawa serta sejumlah Pejabat BUMD untuk dipertemukan dengan para profesional muda Indonesia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya kunjungannya tersebut, Ahok berhasil menggalang lebih dari 100 berkas lamaran dari tenaga profesional Indonesia yang sebelumnya bekerja maupun berwirausaha di Singapura untuk ikut mengelola BUMD di DKI Jakarta.
"Kita sudah dapat CV (curriculum vitae/daftar riwayat hidup) 100 lebih. Jadi malam itu, langsung mereka kita tinggalkan dengan CEO-CEO kita. Mereka langsung kirim CV-nya. Riwayat hidupnya," ujar dia.
Ahok mengatakan, tenaga profesional ini akan disebar ke sejumlah BUMD di berbagai bidang usaha dengan total penyertaan modal yang akan dikucurkan mencapau Rp 411 miliar.
"Semua bidang. Kita sudah kasih poin-poin yang akan di isi. Kira-kira US$ 30 miliar (Rp 411 miliar)," kata Ahok.
Ahok bercerita, dalam kunjungan itu pula Ahok juga berkesempatan mempresentasikan proyek infrastruktur di DKI Jakarta di depan 300an investor asal Singapura.
"Di Singapura juga, kita bertemu terbatas dengan 20 pengusaha di sana. Kita makan dilanjutkan dengan pertemuan bisnis dengan 300 orang lebih," pungkas dia.
(dna/dnl)











































