Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Budi G. Sadikin mengatakan sejak 2 tahun lalu, bank BUMN sudah berupaya menggunakan merek Link. Saat ini merek tersebut kembali diperkuat dan sudah ada ATM yang diuji coba di Kementerian BUMN.
"Sejak dua tahun lalu digabungin ATM bank negara dan menggunakan nama Link. Mandiri bisa ambil di BRI, BRI bisa ambil di Mandiri. Sekarang kita lagi coba memikirkan, supaya brand-nya itu kuat. Jadi brand-nya Mandiri kita ganti dengan brand Link itu. Ini kita lagi kerjakan bareng-bareng. Logo ATM-nya juga bukan Mandiri, BRI, BNI. Kita baru lakukan testing, ada contohnya di kantor BUMN," tutur Budi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, sekarang lagi nyoba nasabah bingung apa tidak. Terus settlement dikonsiliasi ada bayaran-bayaran, nasabah Mandiri yang pakai di ATM-nya BRI yang pakai logo itu kan nanti uangnya dari BRI yang mengeluarkan. Jadi ada isu operasional yang mesti dites," jelas Budi.
Menteri BUMN, Rini Soemarno, meminta agar penggabungan mesin ATM bank BUMN ini bisa dilakukan tahun ini secara bertahap oleh 4 bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).
"Belum ada target seluruh Indonesianya. Tapi kita diminta tahun ini kalau bisa sudah mulai. (Kawasan) belum kepikir. Mungkin yang dekat-dekat dulu, di Jakarta supaya lihat operasionalnya bagus apa tidak. Belum ditentukan juga jumlahnya, lagi dicoba-coba dulu," kata Budi.
(dnl/hen)











































