"Kita melihat ini sangat strategis bagi kita untuk mewujudkan kerjasama peluang Indonesia dengan negara sahabat," kata Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, di kantor Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).
Laman ekonomi ini dapat dibuka di pokjaekonomi.kemlu.go.id. Keberadaan laman tersebut diharapkan akan menjadi solusi bagi pebisnis dalam melebarkan usahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menlu Retno Marsudi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan kepuasannya atas kemunculan website itu. Akhirnya, kata Retno, setelah setahun pemerintahan, Kemlu dapat membuat website yang mengakomodir kebutuhan para pebisnis.
"Beberapa waktu lalu saya bicara di depan Kadin tentang diplomasi ekonomi. Yang sangat dihargai Kadin adalah adanya database peraturan dari berbagai negara," ujarnya.
Retno berharap, pihak swasta seperti Kadin dapat bersinergi dengan pemerintah. Cara tersebut dilakukan agar RI mudah berinteraksi dengan dunia khususnya dalam bidang ekonomi.
"Itu janji kita semua kepada private sectors kita," katanya.
Retno juga meminta agar para diplomat di luar negeri harus menanggapi setiap aduan yang masuk di laman ekonomi Kemlu. Tanggapan juga diminta diberikan secepat mungkin.
"Semua enquiry harus dijawab maksimal 2x24 jam," katanya.
Selain itu, setiap diplomat harus memiliki inovasi setiap bulan. Inovasi berkaitan dalam bidang ekonomi, perdagangan, industri dan pariwisata.
"Jadi yang kita inginkan para diplomat kita betul-betul keluar melakukan diplomasi ekonomi. Keberadaan delivery unit ini sangat kita hargai," tuturnya.
(khf/rrd)











































