Ahli Marketing Ini Beri Petuah ke Bos BUMN

Ahli Marketing Ini Beri Petuah ke Bos BUMN

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2015 11:52 WIB
Ahli Marketing Ini Beri Petuah ke Bos BUMN
Foto: Feby/detikFinance
Jakarta - Ahli Marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya, memberi petuah kepada bos-bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menghadapi perlambatan ekonomi. Berikut ini petuahnya.

Pertama, kata Hermawan, Chief Executive Officer (CEO) BUMN harus berperan sebagai seorang entrepreneur atau seorang wirausaha.

Untuk bertahan menghadapi ekonomi yang sedang sulit, segala bentuk peluang dan cara kreatif harus diambil. Langkah ini hanya bisa dilakukan bila pemimpin berperan layaknya seorang entrepreneur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Zaman seperti ini kembangkan semangat entrepreneurship bukan manajer. CEO seperti entrepreneur, yakni berani ambil terobosan, ada peluang hantam, jangan berperilaku kayak manajer, kalau itu repot," kata Hermawan usai acara BUMN Marketeers Club di Kantor Pusat Taspen, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Kedua, CEO BUMN harus menekan efisiensi dan mendorong efektif kerja. Biaya yang dikeluarkan harus memberikan hasil lebih optimal.

"Kedua coba melakukan produktivitas. Biaya yang ada dapat output banyak," ujarnya.

Ketiga, CEO harus membudayakan lahirnya gagasan kreatif yang bisa dieksekusi di level manajerial hingga bawah.

"CEO BUMN yang kreatif yang punya new idea yang bisa dieksekusi," ujarnya.

Hermawan mengaku kaget melihat Direktur Utama PT Taspen (Persero) Igbal Latanro, karena sudah menetapkan 3 hal itu.

Meski tidak terlalu terkena dampak langsung perlambatan ekonomi karena Taspen fokus mengelola dana pensiun, tapi Iqbal melakukan berbagai terobosan di sektor layanan dan produk. Gagasan kreatif diterapkan untuk melayani nasabah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Saya kaget lihat Taspen. Taspen jadi beda karena dia seperti pengusaha, nggak kayak manajer. Langsung ajak Mandiri dan Pos bikin Bank Mantap, nggak nunggu perintah," ujarnya.

Cara kerja seperti ini, kata Hermawan, seirama dengan kerja Istana Negara di bawah Periode Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi sama sekali tidak mengenal kalender 'merah' karena tetap bekerja meskipun hari libur.

Menghadapi krisis, Jokowi juga mengeluarkan beberapa jurus berupa paket kebijakan ekonomi. Hal ini, menurut Hermawan harus diikuti Direksi BUMN sebagai kepanjangan tangan pemerintah untuk melayani masyarakat dan pembangunan.

"Presiden contoh entrepreneur. Presiden orang produktif, selalu coba. CEO BUMN harus kayak begitu. CEO BUMN kayak presiden kecil di bidangnya," ujarnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads