Ada Laporan Pasokan Jagung Langka, Diduga Permainan Spekulan

Ada Laporan Pasokan Jagung Langka, Diduga Permainan Spekulan

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2015 16:05 WIB
Ada Laporan Pasokan Jagung Langka, Diduga Permainan Spekulan
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mendapat surat protes dari Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) karena kelangkaan pasokan jagung di dalam negeri akibat pengendalian impor yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan).

GPMT menyebutkan bahwa harga jagung di dalam negeri melonjak hingga Rp 4.000-4.200/kg, padahal normalnya hanya Rp 2.800-3.200/kg atau 30%. Kementan membantah adanya kelangkaan jagung, berdasarkan perhitungan Kementan, ada surplus 174 ribu ton jagung tahun ini.

Direktur Pakan Ternak Kementan Nasrullah menyatakan, adanya kelangkaan bukan disebabkan oleh kekurangan produksi jagung, melainkan β€Žoleh permainan para spekulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sekarang ada kelangkaan itu mungkin karena spekulasi orang-orang yang ingin mengambil keuntungan sesaat," kata Nasrullah dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Nasrullah menduga biang keladi kelangkaan jagung ini adalah pedagang-pedagang besar yang memiliki modal dan infrastruktur memadai untuk menimbun jagung.

"Peternak lokal tidak mampu beli jagung dalam jumlah besar, silo (tempat penyimpanan jagung) kan mahal, tapi kalau pedagang besar beli borong, itu bisa saja," ucapnya.

Bisa juga pasokan jagung langka karena diborong oleh pengusaha-pengusaha pakan tertentu.β€Ž "Dalam surat GPMT disebutkan peternak kesulitan mendapat pakan jagung. Tapi Ketum Pinsar menyebutkan pabrik pakan memborong jagung petani," katanya.

Namun, pihaknya tak mau membeberkan lebih jauh siapa saja yang melakukan penimbunan jagung. "Soal spekulan, saya tidak mau banyak berkomentar, saya hanya melihat mungkin saja," tutupnya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads