JK: Penghasilan Pekerja di Industri 2 Kali Lipat Pertanian

JK: Penghasilan Pekerja di Industri 2 Kali Lipat Pertanian

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2015 19:02 WIB
JK: Penghasilan Pekerja di Industri 2 Kali Lipat Pertanian
ilustrasi
Jakarta - Sektor pertanian masih menjadi penyumbang lapangan kerja terbesar di Indonesia sampai saat ini. Kurang lebih 34% tenaga kerja di Indonesia bekerja di sektor ini, diikuti oleh sektor perdagangan dan jasa sebanyak 22%, usaha sosial 16%, dan sektor industri 13%.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam pidatonya saat melakukan kunjungan ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) pada Kamis (22/10/2015).

Namun, tenaga kerja di bidang pertanian terus menurun secara per‎sentase dari tahun ke tahun. Beberapa tahun lalu sektor pertanian masih menjadi sumber penghasilan bagi 40% penduduk usia produktif di Indonesia, namun sekarang tinggal 34%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK mengungkapkan, penyebab utamanya adalah terlalu kecilnya pendapatan dari pekerjaan sebagai petani. Rata-rata penghasilan per bulan petani di Indonesia hanya Rp 1 juta per bulan, jauh di bawah rata-rata buruh industri yang gajinya mencapai Rp 2,2 juta per bulan (Jabodetabek).

"Kalau kita lihat indeks pertanian, pendapatan buruh tani rata-rata hanya Rp 1 juta sebulan. Kalau di industri padat karya Rp 1,5 juta per bulan. Industri secara umum rata-rata Rp 2,2 juta per bulan. Jadi memang penghasilan di industri itu 2 kali lipat dari di pertanian," kata JK.

Kecilnya pendapatan petani di Indonesia ini terkait erat dengan kepemilikan lahan petani. Rata-rata petani di Indonesia hanya memiliki lahan seluas 0,3 hektar (ha). Lahan yang kecil itu pun dikerjakan oleh lebih dari 1 orang.

"Lahan pertanian makin kecil ukurannya per keluarga sehingga penghasilannya makin menurun. Rata-rata di Jawa 1 keluarga hanya 0,3 ha. Kalau yang kerja 3 orang, hasilnya 6 ton per panen, penghasilan bersihnya Rp 25 juta, dibagi 3 hanya Rp 7-8 juta per tahun, di bawah Rp 1 juta per bulan," tuturnya.

Akibatnya, banyak penduduk yang meninggalkan profesi petani dan pergi ke kota untuk bekerja di industri. Urbanisasi meningkat akibat hal ini. Untuk mengantisipasinya, pemerintah harus menggenjot investasi di bidang industri supaya tingkat pengangguran tidak bertambah.

"Kalau di industri, UMP di Jakarta ini sudah Rp 2,7 juta. Akan terjadi perpindahan-perpindahan, kita harus siap menantisipasi itu," tutupnya.



(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads