Meski demikian, kebijakan tersebut ternyata sudah disosialisasikan terlebih dahulu ke berbagai perusahaan. Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menuturkan banyak perusahaan yang sudah menyatakan minatnya.
"Iya (banyak peminat), kita sudah ini, sudah roadshow, keliling," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya dia melakukan itu karena memperbaiki struktur permodalan dan dia nanti kan bisa pinjam lebih tinggi dan modalnya lebih sehat, gitu," terang Bambang.
Bambang mencontohkan, PT PLN (Persero) yang sebelumnya menderia kerugian. Setelah revaluasi aset, perusahaan bisa kembali lagi memanfaatkan modalnya untuk melakukan berbagai aksi korporasi.
"Ini kan BUMN sebagai contoh. PLN saja yang seperti Pak Menko sampaikan tahun 2000, sekarang saja nilainya sudah beda lagi pasti. Bulog, gudang di mana-mana, kantor pos gudang di mana-mana. Itu kan tanah semua itu, yang nilainya jaranglah dihitung kembali," paparnya.
(mkl/rrd)











































