El Nino tahun ini sempat dijuluki 'Godzilla El Nino' yang melanda kawasan negara-negara di Samudera Pasifik.
"Ada El Nino paling parah yah. Yah yah Alhamdulillah kita sampai saat ini bisa hadapi, paling parah sepanjang sejarah, kami baru bicara BMKG kemarin bahwa nanti November sudah hujan. Kita sudah siap," kata Amran usai Kuliah Umum di Universitas Muslim Indonesia (UMI), kampus Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi di balik itu Alhamdulillah, ini El Nino ekstrem lebih parah dibanding 1997. Dengan upaya keras dengan teman-teman kementan, sehingga dari 1 tahun pemerintahan tak ada impor beras, yang ada kita sudah ekpor jagung, kacang hijau, dan yang jelas kita belum impor (beras)," katanya.
Menurut Amran kementeriannya sudah sejak awal tahun mengantisipasi El Nino ini dengan perbaikan irigasi, pembagian alat pertanian hingga pompa.
"Harus ada strategi memang, tapi lihat Aceh kan sudah banjir. Di sebelah selatan saja yang terpengaruh setahun terakhir. Utara khatulistiwa nggak. Itu Anda lihat. Semua tanam kan. BMKG kami telepon kemarin. Aman," katanya.
(hen/hen)











































