Untuk membangun perekonomian di wilayah Indonesia Timur, pemerintah membangun berbagai infrastruktur, salah satunya Jembatan Merah Putih, di Teluk Ambon, Maluku Utara. Bagaimana perkembangan proyek tersebut?
Proyek ini bila selesai, akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia Timur, targetnya selesai pada 25 Oktober 2015. Namun, kabarnya proyek ini molor karena sejumlah kendala. Hal ini membuat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, langsung 'terbang' ke Ambon untuk mengecek perkembangan proyek tersebut.
"Saya mau lihat Jembatan Merah Putih. Tadinya deadline (batas waktu penyelesaian) tanggal 25 Oktober 2015. Tapi kan ini ternyata belum selesai. Kata Pak Gubernur nggak bisa selesai tepat waktu. Saya mau lihat ada apa?" ujar Basuki kepada detikFinance, di Hotel Natsepa, Ambon, Sabtu (24/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kita ingin infrastruktur di timur ini benar-benar cepat terealisasi. Jadi kalau ada yang bikin tertunda, kita harus segera cari jalan keluar," jelas Basuki.
Basuki mengatakan, keberadaan jembatan ini punya arti penting bagi keterhubungan antar wilayah di Ambon. Jembatan tersebut menghubungkan kawasan Bandara melalui wilayah Poka dan pusat Kota Ambon melalui Galala, yang terpisah oleh Teluk Ambon.
Jembatan ini memiliki panjang total 1.140 meter yang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu jembatan pendekat Poka (Poka approach bridge) sepanjang 520 meter, jembatan pendekat Galala (Galala approach bridge) sepanjang 320 meter, dan jembatan utama (main bridge) sepanjang 300 meter.
Tinggi dari jembatan ini mencapai 34,1 meter di atas permukaan laut. Pemerintah menggelontorkan investasi sekitar Rp 700 miliar untuk proyek besar ini.
(dna/rrd)










































