Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson menyatakan, bahwa negaranya sangat siap untuk memasok daging sapi ke Indonesia. Indonesia dinilai sebagai pasar daging sapi yang amat besar. Dengan populasi penduduk sebesar 255 juta orang dan masih terus bertambah, permintaan daging sapi di Indonesia tentu juga sangat tinggi.
"Kami menyambut baik peluang untuk memasok daging sapi ke Indonesia. Dengan adanya peningkatan populasi penduduk, kebutuhan protein hewani dari daging sapi juga meningkat, dan kami bisa menyuplainya ke Indonesia," kata Trevor kepada detikFinance, di Hall C3 JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (24/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Trevor menyoroti masih rumitnya perizinan impor daging sapi di Indonesia. Masih banyaknya regulasi untuk impor daging sapi menghambat arus perdagangan daging sapi dari Selandia Baru ke Indonesia. "Tapi ada beberapa masalah terkait izin impor," ucapnya.
Sebagai informasi, populasi sapi di Indonesia saat ini hanya sekitar 12,36 juta ekor, menyusut lebih dari 3 juta ekor dalam 3 tahun. Pada 2012 populasi sapi di Indonesia masih 15,98 juta ekor.
Tingkat konsumsi daging sapi di Indonesia pada 2015 ini 2,56 kg/kapita/tahun. Dengan jumlah penduduk 255 juta jiwa, total kebutuhan daging sapi mencapai 653 ribu ton atau setara dengan 3,8 juta ekor sapi per tahun.
Menurut perhitungan Kementerian Perdagangan, pasokan sapi lokal hanya mampu memenuhi 2,44 juta ekor per tahun atau setara dengan 416 ribu ton, 60 persen kebutuhan daging sapi di dalam negeri. Karena itu, perlu impor sapi sebanyak 1,39 juta ekor sapi atau 237,89 ribu ton daging sapi dalam setahun.
(rrd/rrd)











































