Dwell Time Oktober Masih 4,51 Hari, Padahal Jokowi Minta 3-4 Hari

Dwell Time Oktober Masih 4,51 Hari, Padahal Jokowi Minta 3-4 Hari

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 26 Okt 2015 13:22 WIB
Dwell Time Oktober Masih 4,51 Hari, Padahal Jokowi Minta 3-4 Hari
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi tugas khusus kepala Menko Maritim Rizal Ramli untuk dapat menurunkan waktu bongkar muat (dwell time) di Tanjung Priok pada Oktober menjadi 3-4 hari. Namun, faktanya saat ini dwell time masih 4,51 hari.

Ketua Satgas Dwell Time Menko Maritim, Agung Kuswandono mengatakan, pemangkasan waktu dwell time paling besar disumbang oleh deregulasi aturan impor oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Berkaitan izin, telah dilakulan deregulasi 32 peraturan (impor) di Kemendag terkait larangan dan pembatasan (lartas)," kata Agung di kantor Kemenko Maritim, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (26/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menyebut, dari 32 deregulasi baru 16 aturan yang sudah dihapus serta direvisi, 12 aturan sedang dalam proses penandatanganan, dan 4 aturan lain terkait baja, gula, garam, dan printer berwarna masih dalam negosiasi kementerian terkait.

Agung mengakui, target dwell time hingga Oktober ini harus bisa turun 3-4 hari ternyata tidak bisa tercapai. Waktu bongkar muat di Tanjung Priok masih 4,51 hari.

"Masalahnya masih ada di pelabuhan, belum terbentuk semua kendali di pelabuhan diatur otoritas, nanti kalau Perpres sudah dijalankan. Sekarang masih diatur operator," jelas Agung.

"Jadi di pelabuhan penghasil uang, barang keluar jadi uang, barang masuk jadi uang, barang gerak juga jadi uang. Banyak pemain di Priok. Mereka sudah punya lapak-lapaknya," tambahnya.

Aturan yang mengatur penugasan otoritas pelabuhan sebagai koordinator kerja di Tanjung Priok tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 117 Tahun 2015. Selain itu, penghambat lainnya, adalah belum juga beroprasinya kereta pelabuhan yang langsung menyambung ke dermaga Tanjung Priok.

Agung mengatakan, jika kereta pelabuhan dan aturan terkait otoritas pelabuhan sudah direalisasikan, pihaknya optimis target dwell time 2 hari bisa tercapai, paling tidak hingga awal tahun depan nanti.

"Makanya kita harapkan dari kereta pelabuhan. Kita maunya selesai sebelum ganti tahun, tapi PT KAI bilangnya riil sanggupnya Februari (2016). Karena mereka lagi fokus ke kereta Bandara," pungkasnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads