Kementerian BUMN melakukan upaya pembayaran hak-hak pegawai yang sudah beberapa bulan bahkan hingga setahun ini belum dibayarkan.
"Prioritas utama stop bleeding sambil menata aset-aset tetap dioptimalkan karena ada panja aset. Merpati sekarang prioritas stop bleeding, caranya selesaikan hak-hak karyawan termasuk PT Leces, PT Iglas. Mereka setop operasi awal 2014," kata Deputi Bidang Restrukkturisasi dan Pengembangan Usaha BUMN, Aloysius K Ro saat pemaparan kinerja BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih ke PLN karena kasih jasa angkut batu bara ke Djakarta Lloyd," ujarnya.
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis BUMN, Wahyu Kuncoro menyebut kinerja semester I saat belum menggambarkan pencapaian BUMN.
Alasannya, ada BUMN yang mulai berproduksi seperti BUMN gula pada semester II sehingga semester I masih tercatat merugi. Namun, ia mengaku BUMN sektor pertambangan dan komoditas juga masih tercatat merugi karena pengaruh kondisi ekonomi.
"Semester I belum bisa dipakai pegangan. Seperti PG (pabrik gula) kita bicara karena semester I rugi sebab belum giling dan mereka giling akhir semeter I," jelasnya.
(feb/ang)











































