Hal ini diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta, Senin (26/10/2015)
"Untuk menjaga stabilitas harga dan stok nasional, itu apapun harus dilaksanakan karena itu untuk menjaga rakyat kita sudah impor. Nanti saya kira bulan depan bisa masuk," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya (1,5 juta ton dari Vietnam). Kalau nggak nanti bahaya," tegasnya.
Impor beras merupakan akibat dari kemarau yang berkepanjangan yang dipicu oleh fenoman El Nino. Sehingga menggeser masa tanam dari para petani padi di Indonesia dan kekeringan yang membuat pasokan air berkurang. Ini adalah kejadian yang sulit dihindari dan banyak negara juga mengalami persoalan yang sama.
"Apapun yang ditanam itu butuh air, terkecuali adalah beberapa. Kalau airnya tidak ada, apapun upaya kita, berapa pun peralatan yang dipunya, tidak air bagaimana?" tanya JK.
Menurut JK persoalan kemarau memang fenomena alam yang tak bisa dilawan oleh manusia. Pemerintah memang punya target tak impor beras sebagai tanda swasembada.
"Kemarau inikan, pandangan mata sendiri, bukan kesalahan pertanian. Tidak. Bukan kesalahan siapa-siapa. Tapi alam ini tidak bisa dilawan kalau terjadi begini. Kita harus menyesuaikan diri," ujar JK.
(mkl/hen)











































