Jokowi ke AS, RI Teken Kerjasama Bisnis Rp 260 Triliun

Laporan dari Washington DC

Jokowi ke AS, RI Teken Kerjasama Bisnis Rp 260 Triliun

Mega Putra Ratya - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2015 10:43 WIB
Jokowi ke AS, RI Teken Kerjasama Bisnis Rp 260 Triliun
Jokowi dan Obama di Washington DC (Reuters)
Washington, DC -

Presiden Joko widodo (Jokowi) bertemu dengan para eksekutif dari perusahaan terkemuka di Amerika Serikat (AS).

Pertemuan ini terkait dengan penawaran 12 investasi kedua negara sebesar US$ 20 miliar (Rp 260 triliun), meliputi sektor gas, energi terbarukan, pembangkit listrik, dan infrastruktur lainnya. Proyek-proyek tersebut merupakan program ambisius Jokowi.

Secara rinci, kerjasama tersebut meliputi:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertamina dan Corpus Christie Liquefaction, anak perusahaan dari Cheniere Energy. Kerjasama tersebut terkait jual-beli Shale gas senilai US$ 13 miliar.

Coca-Cola. Kerjasama ini dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun dengan investasi sebesar US$ 500 juta. Ini memungkinkan untuk memperkuat infrastruktur di Indonesia dan dapat menciptakan lapangan kerja tambahan di Indonesia.

General Electric (GE). Kerjasama ini menelan investasi hingga US$ 1 miliar selama periode 5 tahun ke depan. Kerjasama ini meliputi kerjasama di sektor listrik, minyak dan gas, dan sektor kesehatan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

GE juga mengumumkan berbagai kesepakatan yang berkaitan dengan 4 proyek infrastruktur. Ini juga termasuk 3 proyek yang terkait dengan sektor listrik dengan kapasitas 3 gigawatt (GW) di Indonesia. Selain itu, kerjasama juga meliputi layanan 50 lokomotif listrik di Indonesia.

Caterpillar dan Fluidic, Inc. Kerjasama ini dimulai dengan MoU dan peluncuran "500 Island Project" yang akan menyediakan listrik bagi 500 desa di pulau terpencil yang melayani lebih dari 1,5 juta orang.

"Indonesia merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia. Kelas menengah di Indonesia tumbuh dengan cepat. Kerjasama Indonesia-AS ini akan menyoroti potensi dari kedua negara untuk menumbuhkan perekonomian," ujar Jokowi.

"Saya berharap dapat bekerjasama dengan para pemimpin sektor publik dan swasta di AS untuk mencapai kemakmuran bersama. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi. Indonesia sangat terbuka untuk bisnis," tuturnya.

Penandatangan kerjasama yang dilakukan di Kamar Dagang AS ini dihadiri oleh Presiden dan CEO dari Kamar Dagang AS Tom Donohue, Wakil Menteri Perdagangan Bruce Andrews, Asisten Menteri Perdagangan untuk Global Markets Arun Kumar, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Ekonomi dan Bisnis charles Rivkin, dan Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake, Jr.

Acara dilanjutkan dengan pertemuan Jokowi dan Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, di mana kedua pemimpin berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral secara komersial .

Sebagai informasi, kerja sama ini dilakukan karena Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Dalam 10 tahun ke depan, kelas menengah di Indonesia akan bertambah lebih dari 60 juta. Indonesia merupakan pasar yang berkembang untuk perusahaan-perusahaan AS.

Selama kunjungannya ke AS, Jokowi berusaha untuk memperdalam dan meningkatkan hubungan bisnis dan investasi antara Indonesia dan AS untuk membantu mewujudkan potensi dari kemitraan ekonomi mereka, termasuk potensi besar Indonesia di ekonomi digital. Jokowi baru saja meluncurkan hampir 150 reformasi peraturan yang bertujuan untuk meningkatkan iklim investasi .

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads