Banyak Bangun Infrastruktur, Ekonomi Jakarta Bakal Tumbuh 5,2%

Banyak Bangun Infrastruktur, Ekonomi Jakarta Bakal Tumbuh 5,2%

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2015 12:24 WIB
Banyak Bangun Infrastruktur, Ekonomi Jakarta Bakal Tumbuh 5,2%
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta diperkirakan tumbuh 5,2% tahun ini. Capaian tersebut memang lebih rendah dari proyeksi awal, namun masih tinggi dari perekonomian nasional yang diperkirakan tahun ini di bawah 5%.

"Pada 2015 diperkirakan pada kisaran 5-5,4%. Namun kami lebih melihat bias ke bawah. Kemungkinan pada titik 5,2%, masih lebih tinggi dari nasional," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Doni Juwono, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Porsi pendorong paling besar tetap dari sisi konsumsi rumah tangโ€Žga, yang berada di atas 5%. Kemudian sisi investasi juga cukup tinggi, seiring dengan beberapa program pembangunan infrastruktur. Seperti pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lihat masih banyak proyek yang berjalan, Seperti MRT, terus ada juga jalan layang, tentu memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.

Sedangkan untuk ekspor masih negatif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Namun sudah cukup membaik. Khususnya pada ekspor produk otomotif, yaitu mobil dengan tujuan Thailand, Filipina, Timur Tengah, dan negara-negara lainnya.

"Ekspor di Jakarta itu cukup membaik meskipun masih negatif. Paling besar itu adalah mobil yang mengalami peningkatan. Fortuner sekarang itu diproduksi di Indonesia danโ€Ž porsinya cukup besar," papar Doni.

Kondisi yang cukup buruk memang datang dari penyerapan belanja pemerintah daerah. Sampai dengan kuartal III, realisasinya baru mencapai 27% dan diperkirakan sampai akhir tahun akan di bawah 60%.

"Kalau melihat tahun-tahun sebelumnya, realisasi di kuartal III itu 37%, tapi ini sangat rendah sekali hanya 27%," ujarnya.

Doni masih melihat optimisme pada tahun depan dengan perkiraan 5,4-6%. Ini seiring dengan optimisme pada perekonomian global yang akan lebih baik yang memberikan dampak terhadap kondisi nasional dan daerah.

"2016 kita optimis global akan membaik, kecuali Tiongkok. Tapi jangan khawatir, Jakarta akan didorong oleh konstruksi. Jadi 5,4-6%," kata Doni.

Sementara itu inflasi sampai dengan September atau secara year to date (YTD) mencapai 2,94%. Dengan sisa tiga bulan terakhir, proyeksinya inflasi akan tetap terkendali sampai akhir tahun. Proyeksinya di bawah 4,3%.

"Inflasi di 2015 diperkirakan di bawah 4,3. Inflasi YTD 2,94% masih ada 3 bulan. Oktober itu deflasi karena base yang bikin inflasi naik adalah transportasi, nanti kan avtur turun, jadi nekan ke bawah," pungkasnya.

(mkl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads