TPP ini merupakan pakta perjanjian perdagangan bebas antar negara di Asia Pasifik, yang digagas AS sejak 2010 di bawah pimpinan Obama.
Dilansir dari AFP, Selasa (27/10/2015), Obama mendapatkan dukungan dari Indonesia, setelah pada 2011 lalu sempat ditolak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Obama pasti sangat senang, karena Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 12 negara yang bergabung ke TPP, yaitu AS, Jepang, Brunei, Chile, New Zealand, Singapura, Australia, Kanada, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Vietnam.
Menurut AFP, perjanjian ini sepertinya upaya mengimbangi kekuatan ekonomi China di wilayah Asia. Selain itu, pendekatan Jokowi ini juga merupakan kemenangan politik untuk Obama, yang memimpin agar Kongres AS - yang dikontrol oleh Partai Republik - menyetujui pakta TPP tersebut. Bahkan Obama tidak didukung penuh oleh Partai Demokrat.
Obama mengklaim, TPP merupakan sebuah standar perdagangan yang kuat untuk mendorong ketenagakerjaan dan lingkungan.
Saat bertemu Jokowi, Obama mengatakan, AS ingin menjadi mitra dari AS dalam segala bidang, termasuk ekonomi.
"Kami berdiskusi bagaimana kami bisa memperkuat hubungan perdagangan, investasi, dan hubungan komersial antara kedua negara. Termasuk juga keinginan Presiden (Jokowi) untuk memperluas ekonomi berbasis digital di Indonesia, untuk mengurangi kemungkinan dan memperkuat jutaan orang di Indonesia," kata Obama.
(dnl/hen)











































