Menurut BKPM, harusnya posisi Indonesia di atas 100. Bahkan yang lebih aneh lagi, posisi Indonesia berada di bawah Uganda dan Rwanda.
Buruknya peringkat kemudahan berbisnis Indonesia βini, memang tidak banyak berpengaruh pada masuknya investasi asing, namun citra Indonesia menjadi buruk di dunia internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tamba menambahkan, tak masuk akal jika peringkat Indonesia di bawah Uganda dan Rwanda. Dua negara tersebut jelas bukan tandingan Indonesia untuk tujuan investasi.
"Kalau kita perhatikan, beberapa negara Afrika lebih bagus peringkatnya dari Indonesia. Tapi saya tanya ke World Bank, pilih investasi di Indonesia atau Uganda dan Rwanda? Mereka tertawa saja," tutur Tamba.
Selain kalah dari Uganda dan Rwanda, peringkat kemudahan berusaha Indonesia kalah jauh dari sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura yang masuk 10 besar dunia, Malaysia di posisi 18, Thailand di ranking 49, Vietnam di 90, Brunei yang menduduki posisi 88, dan Filipina di posisi 103.
Indonesia hanya berada di atas Kamboja yang menduduki peringkat 127, Laos di ranking 134, Myanmar yang berada di peringkat 167, dan Timor Leste di posisi 173.
"Jadi di Asia Tenggara kita peringkat 7 dari 11 negara," tutupnya.
(rrd/rrd)











































