Bos Bandara Soetta Sebut Masalah Taksi Gelap Hingga Bagasi Rusak Telah Selesai

Bos Bandara Soetta Sebut Masalah Taksi Gelap Hingga Bagasi Rusak Telah Selesai

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2015 17:25 WIB
Bos Bandara Soetta Sebut Masalah Taksi Gelap Hingga Bagasi Rusak Telah Selesai
Jakarta - Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya mengaku keluhan pelayanan di sisi terminal (land side) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang mulai mereda bahkan bisa tertangani dengan baik.

Sebelumnya, keluhan pengguna Bandara Soetta yang paling sering terkait bagasi rusak atau hilang, dan taksi gelap, serta toilet yang bermasalah hingga kebersihan area terminal.

"Komplain bagasi, toilet, kebersihan, taksi dan aksesibilitas, Kita konsentrasi dan semua selesai, tinggal aksesibilitas," kata Budi di Kemenhub, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk aksesibilitas transportasi, lalu lintas penumpang dari atau keluar Bandara Soetta masih tergantung pada angkutan berbasis jalan ataupun kendaraan pribadi. Akibatnya, kemacetan kerap terjadi saat pagi ataupun sore hari.

Ke depan, AP II bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengembangkan KRL khusus rute Bandara Soetta-Manggarai. Groundbreaking proyek direncanakan dalam waktu dekat.

Untuk komplain sisi udara (air side) seperti disampaikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Budi mengaku pihak telah melakukan beberapa langkah seperti memindahkan pesawat tua yang berparkir bertahun-tahun dari apron.

"Air side deket pesawat, kita sudah lakukan (pembenahan) dan akan terselesaikan," jelasnya.

Selain itu, AP II akan mengatur pergerakan pesawat di sisi udara. Saat ini, kerap terjadi penumpukan penumpang dan pesawat saat jam sibuk. Ke depan, jadwal penerbangan akan disebar ke waktu-wkatu yang tidak padat.

Selain itu, AP II telah berkomunikasi dengan maskapai agar mengganti pesawat berbadan sedang (narrow body) ke pesawat berbadan lebar (wide body) untu rute-rute padat seperti Jakarta-Surabaya, Jakarta-Medan dan Jakarta-Makassar. Dengan pergantian ukuran, lalu lintas pesawat bisa dikurangi.

"Kita akan berikan insentif. Penerbangan narrow shift ke wide body akan diberikan insentif," ujarnya.

(feb/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads